Home » Editors' Choice » Pengertian & 5 Jenis Layanan Asuransi Syariah di Indonesia

Pengertian & 5 Jenis Layanan Asuransi Syariah di Indonesia

Asuransi Syariah – Banyak dari kalian yang pasti sudah mengetahui apa itu Bank Syariah atau malah menjadi salah satu nasabahnya. Bank Syariah adalah bank yang sistem keuangannya disesuaikan dengan hukum keuangan syariah agama Islam. Dengan sesuainya sistem keuangan bank dengan hukum Islam yang paling mendasar yakni menghilangkan riba.

Namun mungkin tidak banyak dari kalian yang mengetahui apa itu Asuransi Syariah atau bahkan baru pertama kali mendengarnya? Padahal Asuransi Syariah sudah ada dan berkembang di Indonesia cukup lama. Banyak perusahaan asuransi baik dalam dan luar negeri memiliki program Asuransi Syariah.

Asuransi Syariah atau dalam bahasa Arab adalah Takaful. Prinsip asuransi (secara umum) adalah memberikan kompensansi atas kerugian finansial yang diderita oleh seseorang atas suatu musibah yang dideritanya. Di Arab Saudi sendiri Asuransi harus menggunakan prinsip Cooperative.

Sama seperti Bank, yang membedakan Asuransi Syariah dengan Asuransi Konvensional adalah masalah Riba yang mana di Asuransi Syariah riba telah dihapuskan. Yang membedakan adalah niat dan akad yang mana lebih dikenal dengan nama Tabarru. Sehingga peserta mengetahui uang yang dititipkannya ke Asuransi Syariah dipakai untuk apa saja. Hal ini berfungsi untuk menghindarkan dari fungsi asuransi konvensional yang mengandung Riba (Bunga) Maisir (Judi) dan Gharar (Ketidakjelasan).

Biaya manfaat atau ganti rugi yang diberikan jika terjadi kemalangan disebut santunan atau dana manfaat yang dititipkan oleh peserta asuransi lain kepada perusahaan asuransi yang ditunjuk oleh mereka untuk menggunakan uang mereka sesuai niat dan akad.

Jadi, sebagai seorang peserta, selain itu bisa mendapatkan jaminan manfaat bilamana ia mengalami musibah, ia sendiri juga bisa mendapatkan pahala atas niatnya membantu sesama Peserta yang mengalami musibah. Seandainya ini dipahami dengan baik, luar biasa nikmatnya Asuransi Syariah. Selain memberi manfaat, maslahah juga insya Allah berkah.

Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Dewan Syariah Nasional. Menurut mereka, asuransi syariah adalah sebuah usaha untuk saling melindungi dan saling tolong menolong di antara sejumlah orang, di mana hal ini dilakukan melalui investasi dalam bentuk aset (tabarru) yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan syariah.

Model Niat dan Akad di Asuransi Syariah dibagi menjadi dua yakni Mudharabah dan Wakala.

Mudharabah adalah bentuk kerja sama antara dua atau lebih pihak di mana pemilik modal (shahibul amal) mempercayakan sejumlah modal kepada pengelola (mudharib) dengan suatu perjanjian di awal. Bentuk ini menegaskan kerja sama dengan kontribusi seratus persen modal dari pemilik modal dan keahlian dari pengelola.

Transaksi jenis ini tidak mewajibkan adanya wakil dari shahibul maal dalam manajemen proyek. Sebagai orang kepercayaan, mudharib harus bertindak hati-hati dan bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi akibat kelalaian dan tujuan penggunaan modal untuk usaha halal. Sedangkan, shahibul maal diharapkan untuk mengelola modal dengan cara tertentu untuk menciptakan laba yang optimal.

Wakala adalah Wakala merupakan layanan bagi distribusi koin Dinar emas dan Dirham perak, Secara umum, wakala bukanlah profit center dalam arti jual beli koin akan tetapi lebih kepada memberikan jasa distribusi koin Dinar Dirham dalam kaitannya menegakkan Muamalat dan Rukun Zakat.

Sehingga dasar yang membedakan adalah barang yang digunakan untuk transaksi apakah menggunakan uang atau emas dan perak.

Saat ini sudah cukup banyak perusahaan asuransi yang memberikan layanan dengan sistem Asuransi Syariah diantarany adalah Allianz, Manulife, Asuransi ASEI, Asuransi Astra, Asuransi AIA Syariah, Prudential, dan Bumiputera.

Layanan Utama Asuransi Syariah meliputi:

1. Asuransi Harta Benda

Asuransi jenis ini adalah yang memberikan ganti rugi kepada Tertanggung atas kerusakan atau kerugian harta benda yang dipertanggungkan yang disebabkan oleh kebakaran, sambaran petir, ledakan, kejatuhan pesawat terbang, serta asap yang berasal dari kebakaran harta yang dipertanggungkan. Asuransi Property meliputi Asuransi Kebakaran dan perluasan jaminannya (gempa bumi, badai, banjir, topan, dan lain – lain) dan juga jaminan atas kerugian sebagai akibat terganggunya usaha (business interruption) yang disebabkan kebakaran.

Jenis-jenis asuransi harta benda:

• Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia (PSAKI)

• Polis Standar Gempa Bumi Indonesia (PSGBI)

• Property All Risks (PAR) atau Industrial All Risks (IAR)

2. Asuransi Kecelakaan

Asuransi jenis ini memberikan jaminan terhadap risiko kematian, cacat tetap, dan penggantian biaya rumah sakit dan pembedahan yang disebabkan oleh kecelakaan. Kecelakaan yang dimaksud adalah kecelakaan kendaraan baik darat, laut dan udara yang memerlukan surat keterangan pihak kepolisian yang menerangkan bahwa tertanggung tertimpa musibah kecelakaan.

3. Asuransi Naik Haji

Adalah sebuah produk asuransi sebagai perencanaan biaya Haji melalui tahapan dana yang fleksibel sesuai kebutuhan dana Haji Anda ke depan. Hal yang perlu dilakukan adalah Anda cukup menabung kontribusi selama jangka waktu yang telah ditentukan oleh Anda tanpa perlu sampai sejumlah Target Dana Tahapan Haji yang diinginkan.

4. Asuransi Rekayasa

Asuransi Rekayasa adalah salah satu bentuk asuransi yang memberikan pertanggungan atas risiko kehilangan atau kerusakan terhadap obyek yang dipertanggungkan (biasanya terkait dengan konstruksi; material; peralatan atau mesinmesin) selama masa konstruksi atau pemasangan mesin terhadap setiap risiko kehilangan atau kerusakan yang tidak terduga; bersifat tiba-tiba dan merupakan suatu kecelakaan.

Perluasan pertanggungan dapat diberikan terhadap risiko-risiko kehilangan atau kerusakan barang milik dan kecelakaan fisik dari Pihak Ketiga dengan nilai maksimum yang disepakati sebelumnya. Asuransi Rekayasa (Engineering Insurance) dibagi menjadi 2 (dua) kelompok besar, yaitu: Asuransi

Engineering Proyek dan Asuransi Engineering Non Proyek.

Jenis pertanggungan (polis) untuk Engineering Proyek, yaitu:

• Asuransi Konstruksi (Contractor All Risk Insurance/CAR): memberikan pertanggungan atas risiko kehilangan dan/atau kerusakan fisik terhadap pelaksanaan pembangunan.

• Asuransi Pemasangan (Erection All Risks Insurance/EAR): memberikan pertanggungan atas risiko kehilangan dan/atau kerusakan pada mesin-mesin pada saat instalasi atau

pemasangannya. Jenis pertanggungan untuk Engineering Non Proyek, yaitu:

• Asuransi Peralatan Elektronika (Electronic Equipment Insurance/EEI)

• Asuransi Kerusakan Mesin (Machinery Breakdown Insurance/MB)

• Asuransi Peralatan Berat (Contractor’s Plant and Machinery/CPM)

5. Asuransi Jiwa

Prinsipnya mirip dengan asuransi kecelakaan namun dengan jumlah santunan, jangka waktu dan besaran uang iuran yang dititipkan berbeda dengan asuransi kecelakaan.

Dari 5 layanan yang diberikan, tiap perusahaan syariah mungkin memiliki tata cara, peraturan dan layanan yang berbeda. Sebaiknya anda langsung menghubungi perusahaan asuransi yang berkaitan untuk informasi lebih lanjut.

Terima kasih telah membaca artikel Asuransi Syariah ini. Semoga informasi yang saya telah tuliskan memberi manfaat kepada saudara sekalian yang ingin memiliki Asuransi namun sesuai dengan syariat agama Islam. Selamat berasuransi!