Home » Budidaya » Cara Budidaya Ikan Lele Modern dan Tepat Agar Pertumbuhan Maksimal

Cara Budidaya Ikan Lele Modern dan Tepat Agar Pertumbuhan Maksimal

Cara Budidaya Ikan Lele Modern – Budidaya merupakan sebuah teknik memperbanyak hasil, hasil tersebut tentunya adalah sebuah makhluk, namun bukan manusia ya. Hasil yang dimaksud dapat berupa tumbuhan maupun hewan. Pada kesempatan kali ini admin ingin berbagi tips tentang cara budidaya lele agar cepat besar.

budidaya ikan lele

Kenapa orang banyak sekali membudidayakan lele? 

Jawabannya adalah:

Lele bukan hanya sekedar ikan konsumsi masyarakat, namun lele juga memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Jadi tau kan alasan kenapa banyak orang budidaya lele? Untuk dijual

Selain dijual untuk ikan siap konsumsi, ternyata banyak juga peternak yang membudidayakan khusus pembibitan loh.

Ada 1 alasan kenapa budidayaka pembenihan tidak di langsungkan dengan pembesaran. Jawabannya cukup satu kalimat. Terlalu beresiko dan biaya cos lebih tinggi serta waktu yang lama.

Maka dari itu banyak peternak lele yang fokus untuk membudidayakan 1 segmen saja. Walaupun hanya budidaya pembesaran ikan lele, untungnya juga tidak sedikit. Karena jumlah ikan yang dijual bisa mencapai puluhan ribu benih perhari.

Ikan lele merupakan ikan yang tahan terhadap berbagai macam suhu, namun ikan lele mudah sekali stres bila sering dipindah pindahkan tempatnya

Banyak peternak ikan yang lebih memilih beternak ikan lele ketimbang berternak ikan lainnya. Alasannya karena ternak lele itu tidak ribet seperti mebudidayakan ikan lainnya seperti Nila, Mas, dan Guramai. Alasan lain nya adalah konsumen ikan lele masih cukup tinggi di pasaran. Untuk itu peluang bisnis ikan lele cukup menggiurkan bila dijalankan.

Sesuai dengan judul diatas, admin ingin membagikan teknik yang tapat budidaya lele agar hasilnya bisa maksimal. Artikel ini cukup detail. Mudah mudahan pesan yang disampaikan bisa diterima dengan baik.

Budidaya Ikan Lele

Ada 6 langkah yang akan admin bagikan kepada pembaca mengenai ternak ikan lele yang efektif. Langkah langkah tersebut merupakan langkah langkah sederhana, namun tidak banyak yang memperhatikan tentang kedetailannya.

Persiapan kolam Ikan Lele

Kolam merupakan faktor tepenting dalam kesuksesan membudidayakan ikan. Untuk tipe kolam lele sendiri pun beragam, mulai dari kolam terpal, tanah, tembok dan keramba. Tipe tipe tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing masing. Tetapi pada dasarnya kolam yang baik adalah kolam yang memiliki unsur sebagai berikut

Kolam lele

Kedalaman kolam lele yang dianjurkan adalah 1 sampai 1,5 meter. Untuk luasnya sendiri tergantung pada peternak. Banyak peternak lele yang membuat kolam dengan ukuran 3×4 meter. Banyak yang bilang, dengan ukuran tersebut, pada saat pemanenan ikan lebih mudah. Jumlah ideal lele untuk kolam ukuran tersebut (3×4 meter) adalah minimal 2400 ekor dan maksimal 4800 ekor. Jumlah tersebut bisa bisa saja dikurang namun tidak dapat ditambah. Bila di tambah ruang gerak lele akan semakin berkurang, dan secara otomatis lele tidak dapat berkembang dengan baik.

Pemberian pupuk dan pengapuran

Sebelum kolam lele difungsikan ada beberapa hal yang harus dilakukan. Setelah pengeringan selama 7 hari atau lebih dari awal pembuatan kolam, peternak harus menaburkan pupuk dan kapur. Fungsinya untuk memunculkan mikroba dan plangton dalam kolam yang nantinya dapat menjadi makanan bagi ikan lele. Untuk dosisnya sendiri bisa disesuaikan dengan kondisi lahan. Misalkan lahan yang digunakan adalah tanah dalam pemberian dosisnya bisa lebih banyak, namun bila lahan / media yang digunakan terpal atau tembok dosisnya bisa lebih sedikit. Pemberian pupuk adalah setelah selesai memberikan kapur pada kolam.

Bagiamana dengan media keramba? apakah harus diberi pupuk dan kapur? Untuk media keramba tidak diberi juga tidak apa apa. Karena kalau diberikan kapur dan pupuk sama saja nanti lepas terbawa arus air. Air disungai atau pun didanau biasanya sudah memenuhi kebutuhan plangton untuk makanan alami lele. Jadi tidak ada masalah untuk poin ini.

Pengisian air

Kedalaman air kolam sekitar 1 meter, disesuaikan pada kolam. Beri jarak skitar 40 cm dari permukaan air munuju permukaan / lempengan kolam. Lele tidak suka dengan air jernih, Fungsi lain dari pemberian kapur diatas adalah mempercepat pengkeruhan air pada kolam. Untuk mendapatkan air kolam yang keruh, biasanya dibutuhkan waktu sekitar 4-7 hari. Jadi untuk anda yang baru mengisi air pada kolam, jangan langsung di isi dengan ikan.

Khusus kolam terpal, diamkan kolam selama kurang lebih 10 hari setelah pengisian air. Hal ini bertujuan untuk membuang bau terpal. Karena tidak sedikit peternak lele yang gagal ternak akibat ikannnya mati karena tidak bisa beradaptasi dengan bau bahan kimia dari terpal

Jenis jenis ikan lele budidaya

Lele Lokal

Lele lokal atau masyarakat jawa sering menyebutnya lele engket adalah lele yang sudah ada sejak jaman dahulu. Pembibitan lele lokal saat ini mulai berkurang, karena lele lokal pertumbuhannya tidak secepat lele lele yang lain. Namun keunggulan lele lokal adalah, dagingnya yang lebih gurih dan mempunyai gizi yang lebih tinggi. Selain pertumbuhan yang kurang cepat, lele ini mempunyai racun pada sirip samping, yang mana bila menusuk peternak lele, bisa mengakibatkan bengkak disertai demam. Lele lokal juga berbahaya untuk jenis ikan lain, karena kalau terkena siripnya yang beracun dapat mengakibatkan kematian.

Lele Sangkuriang

Lele sangkurian dikenal dengan lele dumbo doble, karena lele sangkurian adalah persilangan dari Lele Dumbo betina dari generasi F2 dengan Lele Dumbo dari generasi F6. Tujuan persilangan tersebut tidak lain untuk mengembalikan kualitas lele dumbo.

Lele Pyton

Lele pyton merupakan lele hasil persilangan antara lele dumbo dan juga lele eks thailand. Lele ini cocok sekali dibudidayakan didaerah dingin, ketahanan lele pyton lebih unggul dibandingkan dengan lele lainnya. Untuk dagingnya sendiri lele pyton kurang diminati oleh masyarakat.

Lele Dumbo

Lele dumbo merupakan lele yang didatangkan dari luar negeri lalu dikembangkan di indonesia. Hadirnya lele dumbo sendiri adalah persilangan antara lele taiwan dan lele afrika yang mana menghasilkan lele dumbo yang cepat untuk dibudidayakan. Lele dumbo sangat cepat besar, dan sangat populer dikalangan budidaya lele Indonesia.

Pemilihan bibit Ikan Lele

Untuk anda yang ingin sukses dalam budidaya ikan lele, alangkah baiknya juga melihat bibit lele yang dibudidayakan hingga menjadi ikan siap konsumsi. Pilih bibit yang unggul. Kelebihan bibit unggu adalah tidak gampang terkena penyakit, tidak mudah stres, angka kekerdilan sangat kecil, proses besar lebih cepat.

Ciri ciri bibit ikan lele yang unggul

  1. Gerakannya lincah
  2. Tidak ada cacar pada ikan
  3. Tidak terkena penyakit

Untuk mengetahi hal tersebut terutama pada poin pertama dan ketiga adalah dengan cara meletakkan beih tersebut kedalam air jernih yang mengalir, bila benih lele tersebut terlihat bertahan / tidak megikuti arus air, bisa dikatakan benih tersbut benih yang unggul.

Penyeberan bibit Ikan Lele

Penyebaran bibit dilakukan setelah kolam benar benar rampung. Pada saat penebaran benih, sebaiknya debit atau tinggi air tidak lebih dari 40 cm. Alasannya adalah selain menyesuaikan perubahan iklim pada ikan, debit air tersebut memudahkan peternak untuk memantau keadaan benih. Setelah benih sudah mulai besar, barulah di isi air hingga batas yang sudah ditentukan di atas. Ukuran benih yang bagus untuk di budidayakan sebagai ikan lele siap konsumsi adalah 8-10 cm.

Pakan + vitamin Ikan Lele

Pemberian pakan lele dan vitamin lele juga menjadi hal mutlak yang harus dilakukan oleh peternak. Lele merupakan hewan pemakan apa saja, untuk masalah makanan sepertinya tidak ada masalah untuk peternak. Walaupun lele pemakan apa saja, jangan sembarangan memberi pakan untuk ikan lele yang dibudidayakan. Takutnya nanti pada saat waktu panen besar ikan lele tidak sama. Waktu yang tepat untuk pemberian pakan adalah, pagi sebelum matahari terbit, dan sore setelah matahari terbenam. Bila ingin memberikan pakan 3 x dalam sehari, porsi pakan bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Kebutuhan tersebut bisa kita lihat dari berat badannya. Untuk lele yang berukuran 100 gram, kira bisa memberinya pakan sekita 5 gram pelet.

Pemberian vitamin juga penting, Hal ini bertujuan untuk memberikan nutrisi tambahan pada ikan lele, agar pertumbuhannya lebih cepat dan tidak mudah sakit. Untuk pemberian vitamin lelenya tergantung pada obat atau jenis vitamin yang digunakan.

Perawatan kolam Ikan Lele

Perawatan kolam ini mencakup kebersihan kolam. Walaupun lele termasuk ikan yang tidak suka hidup di air bersih, lele juga tidak bisa bertahan lama hidup di air yang sangat kotor. Periksa selalu pengendapan pakan dan sisa kotoran lele pada dasar kolam. Kuras air kolam setidaknya 1 bulan sekali untuk menjaga kualitas air pada kolam.

Untuk mengganti air kolam, peternak cukup mengurangi air kolam sampa 1/3 air kolam saja, tidak usah sampai habis. Setelah itu isi kembali air kolam dengan air jenih.

Pemanenan Ikan Lele

Hal yang terakhi yaitu pemanenan. Pada saat pemanenan sebaiknya peternak melihat terlebih dahulu, bahwa ikan yang mau dipanen tersebut langsung dikonsumsi atau dipasarkan kembali. Bila untuk dikonsumsi langsung misalnya dijual ke rumah makan, hotel, dan warung warung pecerl lele, tidak ada perlakuan khusus. Namun untuk pemanenan ikan lele yang akan dipasarkan kembali, harus ada perlakuan khusus.

Lakukan penyortiran ukuran pada ikan lele, kumpulkan yang besar dengan yang besar dan yang kecil dengan yang kecil. Penyortiran tersebut bertujuan untuk meningkatkan pendapatan peternak. Ukuran lele pada saat panen yaitu 8 – 12 ekor per kilo gram. Sebaiknya jangan diberi pakan sehari sebelum pemanenan.

Peluang usaha ternak ikan lele

Seperti yang sudah saya bahas pada awal paragraf, lele mempunyai potensi jual yang cukup tinggi. Hal ini tidak luput dari kebutuhan lele konsumsi dikalangan masyarakat. Untuk dapat menghasilkan lele yang berkualitas, tentunya tidak dapat dikerjakan secara mandiri. Banyak faktor yang akan mempengarui terciptanya sebuah hasil yang maksimal.

Peluang usaha lele dapat memberikan keuntungan bagi peternak dan pengelolanya.

Konsumen Ikan Lele

Hampir sebagian masyarakat suka dan mengkonsumsi ikan lele. Mulai dari kalangan bawah hingga atas, anak anak remaja dan orang tua, semuanya suka.

Pemasaran Ikan Lele

Karena peminatnya sangat banyak dan peternaknya cukup sedikit, jadi pemasaran ikan lele tergolong mudah. Mulai dari mulut kemulut hingga pemasangan plang pinggir jalan. Bila hasil budidaya lele peternak terbukti berkualitas, untuk waktu yang lebih lama tidak usah melakukan pemasaran. Karena akan ada banyak orang yang mencari lele yang dibudidayakan oleh anda.

Biaya bisnis lele

Untuk biaya atau modal spertinya sangat relatif, tergantung dari peternaknya mau membuat tipe kolam dan ukuran sperti apa. Untuk harga benih saat ini adalah 100 rupiah per ekor ukuran 8 – 10 cm. Pakan pelet 1 Kg berkisar antara 9 – 10 ribu untuk harga eceran dan sekitar 8 ribu untuk harga perkarung.

Harga jual ikan lele

Hampir mirip dengan modal, yaitu harganya tidak stabil atau relatif naik dan turun sesuai dengan permintaan pasar.

Agribisnis lele

Selain dijadikan sebagai ikan konsumsi yang dijual pada masyarakat dan pasar, yang hanya digoreng ataupun dibakar,  ikan lele bisa dimanfaatkan menjadi produk pangan lainnya loh.

[su_list]

  • Keripik lele
  • Cookis lele
  • Bolu lele

[/su_list]

Bagaimana? apakah informasi kami cukup bermanfaat untuk anda?

Demikian lah artikel 1detikaja.com dengan judul Cara Budidaya Lele yang Tepat Agar Pertumbuhan Maksimal. Bila ada yang kurang jelas bisa ditanyakan langsung pada kolom komentar

Salam sukses 🙂