Budidaya Udang Vaname Agar Sukses Panen & Menguntungkan

Budidaya Udang Vaname Agar Sukses Panen & Menguntungkan – Banyak pebisnis yang mulai melirik budi daya hewan karena semakin banyak orang yang membutuhkan bahan pangan seiring dengan bertumbuhnya jumlah penduduk. Budi daya hewan dan tumbuhan semakin dilirik karena metodenya yang semakin mudah namun menghasilkan pundi-pundi rupiah yang tidak bisa dianggap kecil.

Seiring dengan majunya teknologi, banyak ditemukan berbagai macam metode dan teknik agar budidaya suatu tanaman atau hewan semakin efektif. Efektif yang dimaksud disini adalah pengeluaran modal yang kecil, waktu yang diperlukan pendek namun dengan hasil yang sama dengan metode lain atau malah lebih banyak.

Salah satu komoditi yang banyak dicari adalah udang Vename atau yang lebih umum dikenal sebagai udang putih. Komposisi seekor udang vename adalah 78,2% air, 0,8% lemak, 18,1% protein dan 1,4% karbohidrat. Tiap 100 gram daging udang vename menagndung Kalsium sebanyak 145-320mg, Magnesium sebanyak 40-105mg, Fosfor sebanyak 270-350mg, Besi sebanyak 1,6mg, Natrium sebanyak 140mg, dan Kalium sebanyak 220mg. Selain itu terdapat senyawa nitrogen non protein sebanyak 0,81%.

Budidaya Udang Vaname Agar Sukses Panen & Menguntungkan

sukses budidaya udang vaname

Prospek Udang Vename sangat cerah mengingat pasar udang dalam dan luar negeri semakin besar. Bahkan, seorang penambak dengan luas kolam 4.000 meter bisa menghasilkan penghasilan kotor 2,8milyar rupiah selama 1 tahun. Jadi langsung saja ke cara-cara dan tips dalam membudidayakan udang vename dibawah ini!

1. Persiapkan lahan

Persiapan pertama adalah pengeringan tambak jika sebelumnya tambah pernah digunakan untuk membudidayakan ikan. Buang air yang tersisa dan pastikan tambak kering. Ambil semua ikan liar yang tersisa dengan saponin. lakukan hingga sebersih mungkin karena adanya hewan lain dapat mengganggu pertumbuhan udang.

Jika tambak retak-retak maka perlu dilakukan penghalusan dengan traktor agar sirkulasi air terjaga. Selain itu juga bertujuan agar H2S dalam tanah hilang teroksidasi. Pembersihan secara sempurna juga bertujuan untuk membunuh bakteri patogen yang ada di peralatan tambak.

Untuk menunjang perbaikan kualitas tanah dan air dilakukan dengan pemberian kapur bakar (CaO) sebanyak 1000kg per hektar dan kapur pertanian sebanyak 320kg per hektar. Setelah itu masukkan pupuk urea sebanyak 150kg per hektar dan pupuk kandang sebanyak 2000kg per hektar.

2. Isi dengan air yang berkualitas

Setelah tanah dan pupuk di poin pertama telah bercampur dan terbentuk lapisan bawah, masukkan air secara bertahap. Setelah ketinggian air mencapai 1 meter diamkan kurang lebih selama 2-3 minggu agar air siap untuk dimasukkan benih udang. Carilah pasokan air yang mengalir dan bebas dari hama dan virus yang biasanya ada dalam air bekas tambak ikan atau udang lainnya.

3. Masukkan benih udang

Penebaran benih dilakukan setelah plankton tumbuh dengan baik selama 7-10 hari setelah pemupukan. Benih yang sebaiknya digunakan adalh PL10-PL12 dengan berat awal 0,001gram per ekor dan diperoleh dari penetasan yang telah mendapat rekomendasi bebas patogen atau Specific Pathogen Free (SPF) dan berumur 6-10 hari. Kriteria benih yang baik berukuran PL-10 atau organnya sempurna, seragam atau rata, usus terlihat jelas dan bisa berenang melawan arus.

Sebelum menabur benih, lakukan aklimatisasi terlebih dahulu. Cara ini dilakukan dengan cara mengapungkan kantong yang berisi benih di tambak dan menyiramnya secara perlahan-lahan untuk menyamakan suhu air. Sedangkan aklimatisasi terhadap salinitas dilakukan dengan membuka kantong dan beri air tambak sedikit demi sedikit ke dalam kantong berisi benih.

Selanjutnya kantong benih dimiringkan dan perlahan-lahan tuang benih udang kedalam tambak. Penebaran benih ini dapat dilakukan disiang hari. Padat penebaran benih dengan pakan tambahan berkisar 8-10 ekor per meter persegi. Pada proses awal penebaran, kurang lebih selama 7 hari pertama, udang tersebut tidak perlu diberikan pakan. Kenapa? Karena masih banyak makanan alami yang terdapat pada air tambak.

4. Beri pakan yang berkualitas

Beri pakan yang cocok dengan umur udang yang dibudidayakan. Pakan yang berkualitas dapat dibeli atau didapat dari dinas perikanan atau dinas lain yang terkait. Ingat, jangan asal memberikan pakan karena akan berakibat langsung pada kualitas udang.

Meski ada makanan alami yang berasal dari pemupukan, namun demi mendapat hasil berat maksimal maka udang perlu diberi makanan tambahan. Meski begitu, jangan terlalu banyak memberi pakan karena bisa berakibat pada tumbuhnya jamur dan parasit dari makanan yang tersisa.

5. Lakukan pengamatan dan penjagaan secara rutin

Amati perkembangannya, apakah ada virus yang membuat salah satu udang mati atau tidak. Karena jika ada 1 ekor udang yang mati karena virus, maka virus tadi dapat dengan mudah menjangkiti udang yang lain dan dapat berakibat fatal.

Hal yang paling perlu diperhatikan adalah suhu, salinitas, transparansi, pH, tercukupinya oksigen dan kedalaman air tiap harinya. Selain itu perlu diberikan pemberian pupuk urea dan TPS sususlan tiap minggu sebanyak 5-10% dari pupuk awal. Pupuk urea sebanyak 150kg per hektar dan hasil fermentasi probiotik yang diberikan seminggu sekali guna menjaga kestabilan jumlah plankton dalam tambak.

Pengapuran susulan dengan dolomit super dilakukan apabila pH air berubah-ubah. Penggantian air yang pertama dilakukan setelah udang berumur 60 hari dengan volume penggantian 10% dari volume total. Sedangkan pada bulan berikutnya hingga panen, volume penggantian air ditingkatkan mencapai 15-20% pasa setiap periode.

Sebelum udang berumur 60 hari air hanya ditambah apabila berkurang karena penguapan dan jika terjadi rembesan kedalam tanah hingga ketinggian air stabil di 1 meter. Kualitas air yang layak untuk pembesaran udang adalah salinitas optimal di angka 10-25 ppt dan batas toleransi adalah 50 ppt, suhu 28-31 derajat celcius, oksigen 4 ppm, amoniak 0,1 ppm, dan pH air 7,5-8,2 dan H2S sebanyak 0,003 ppm.

6. Panen

Panen sebaiknya dilakukan pada malam hari untuk menghindari cahaya matahari yang bisa merusak tampilan udang. Selain itu panen juga harus mempertimbangkan aspek harga udah dipasaran, dan umur udang berada di kisaran 100-110 hari. Perlakuan sebelum panen adlaah pemberian kapur dolomit sebanyak 80kg per hektar dan tinggi air tambak 1 meter. Pertahankan ketinggian air tambak di kisaran 1 meter untuk menghindari udang ganti kulit selama 2-4 hari setelah diberi kapur.

Persiapkan pula alat panen seperti keranjang panen, jaring yang dipasang di pintu air, jala lempar, wadah udang yang dipanen, ember, baskom, dan lampu penerangan. Pengeringan air untuk mempermudah pemanenan sebaiknya dilakukan dengan cara pengurangan air secara gravitasi (air dialirkan begitu saja).

Setelah ditangkap, segera cuci udang dan masukkan kedalam es agar kualitasnya bertahan lama. Selanjutnya masukkan ke ruang pendingin. Dengan hasil perkiraan di kisaran angka 836-1050 kilogram per hektar per musim panen dengan sintasan 60-96% dan ukuran panen antara 55-65 ekor per kilogram.

Terima kasih sudah mau membaca artikel mengenai Budidaya Udang Vaname ini. Semoga informasi yang saya sajikan memberikan sedikit bantuan kepada kalian untuk menambah motivasi dalam membuka tambak udang. Namun ingat, jangan lupa konsultasikan ke dinas terkait untuk cara dan perijinan pembudidayaan udang. Selamat berbisnis!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *