Cara Budidaya Ikan Lele Modern dan Tepat Agar Pertumbuhan Maksimal

budidaya-lele

Cara Budidaya Ikan Lele Modern – Budidaya merupakan sebuah teknik memperbanyak hasil, hasil tersebut tentunya adalah sebuah makhluk, namun bukan manusia ya. Hasil yang dimaksud dapat berupa tumbuhan maupun hewan. Pada kesempatan kali ini admin ingin berbagi tips tentang cara budidaya lele agar cepat besar.

budidaya ikan lele

Kenapa orang banyak sekali membudidayakan lele? 

Jawabannya adalah:

Lele bukan hanya sekedar ikan konsumsi masyarakat, namun lele juga memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Jadi tau kan alasan kenapa banyak orang budidaya lele? Untuk dijual

Selain dijual untuk ikan siap konsumsi, ternyata banyak juga peternak yang membudidayakan khusus pembibitan loh.

Ada 1 alasan kenapa budidayaka pembenihan tidak di langsungkan dengan pembesaran. Jawabannya cukup satu kalimat. Terlalu beresiko dan biaya cos lebih tinggi serta waktu yang lama.

Maka dari itu banyak peternak lele yang fokus untuk membudidayakan 1 segmen saja. Walaupun hanya budidaya pembesaran ikan lele, untungnya juga tidak sedikit. Karena jumlah ikan yang dijual bisa mencapai puluhan ribu benih perhari.

Ikan lele merupakan ikan yang tahan terhadap berbagai macam suhu, namun ikan lele mudah sekali stres bila sering dipindah pindahkan tempatnya

Banyak peternak ikan yang lebih memilih beternak ikan lele ketimbang berternak ikan lainnya. Alasannya karena ternak lele itu tidak ribet seperti mebudidayakan ikan lainnya seperti Nila, Mas, dan Guramai. Alasan lain nya adalah konsumen ikan lele masih cukup tinggi di pasaran. Untuk itu peluang bisnis ikan lele cukup menggiurkan bila dijalankan.

Sesuai dengan judul diatas, admin ingin membagikan teknik yang tapat budidaya lele agar hasilnya bisa maksimal. Artikel ini cukup detail. Mudah mudahan pesan yang disampaikan bisa diterima dengan baik.

Budidaya Ikan Lele

Ada 6 langkah yang akan admin bagikan kepada pembaca mengenai ternak ikan lele yang efektif. Langkah langkah tersebut merupakan langkah langkah sederhana, namun tidak banyak yang memperhatikan tentang kedetailannya.

Persiapan kolam Ikan Lele

Kolam merupakan faktor tepenting dalam kesuksesan membudidayakan ikan. Untuk tipe kolam lele sendiri pun beragam, mulai dari kolam terpal, tanah, tembok dan keramba. Tipe tipe tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing masing. Tetapi pada dasarnya kolam yang baik adalah kolam yang memiliki unsur sebagai berikut

Kolam lele

Kedalaman kolam lele yang dianjurkan adalah 1 sampai 1,5 meter. Untuk luasnya sendiri tergantung pada peternak. Banyak peternak lele yang membuat kolam dengan ukuran 3×4 meter. Banyak yang bilang, dengan ukuran tersebut, pada saat pemanenan ikan lebih mudah. Jumlah ideal lele untuk kolam ukuran tersebut (3×4 meter) adalah minimal 2400 ekor dan maksimal 4800 ekor. Jumlah tersebut bisa bisa saja dikurang namun tidak dapat ditambah. Bila di tambah ruang gerak lele akan semakin berkurang, dan secara otomatis lele tidak dapat berkembang dengan baik.

Pemberian pupuk dan pengapuran

Sebelum kolam lele difungsikan ada beberapa hal yang harus dilakukan. Setelah pengeringan selama 7 hari atau lebih dari awal pembuatan kolam, peternak harus menaburkan pupuk dan kapur. Fungsinya untuk memunculkan mikroba dan plangton dalam kolam yang nantinya dapat menjadi makanan bagi ikan lele. Untuk dosisnya sendiri bisa disesuaikan dengan kondisi lahan. Misalkan lahan yang digunakan adalah tanah dalam pemberian dosisnya bisa lebih banyak, namun bila lahan / media yang digunakan terpal atau tembok dosisnya bisa lebih sedikit. Pemberian pupuk adalah setelah selesai memberikan kapur pada kolam.

Bagiamana dengan media keramba? apakah harus diberi pupuk dan kapur? Untuk media keramba tidak diberi juga tidak apa apa. Karena kalau diberikan kapur dan pupuk sama saja nanti lepas terbawa arus air. Air disungai atau pun didanau biasanya sudah memenuhi kebutuhan plangton untuk makanan alami lele. Jadi tidak ada masalah untuk poin ini.

Pengisian air

Kedalaman air kolam sekitar 1 meter, disesuaikan pada kolam. Beri jarak skitar 40 cm dari permukaan air munuju permukaan / lempengan kolam. Lele tidak suka dengan air jernih, Fungsi lain dari pemberian kapur diatas adalah mempercepat pengkeruhan air pada kolam. Untuk mendapatkan air kolam yang keruh, biasanya dibutuhkan waktu sekitar 4-7 hari. Jadi untuk anda yang baru mengisi air pada kolam, jangan langsung di isi dengan ikan.

Khusus kolam terpal, diamkan kolam selama kurang lebih 10 hari setelah pengisian air. Hal ini bertujuan untuk membuang bau terpal. Karena tidak sedikit peternak lele yang gagal ternak akibat ikannnya mati karena tidak bisa beradaptasi dengan bau bahan kimia dari terpal

Jenis jenis ikan lele budidaya

Lele Lokal

Lele lokal atau masyarakat jawa sering menyebutnya lele engket adalah lele yang sudah ada sejak jaman dahulu. Pembibitan lele lokal saat ini mulai berkurang, karena lele lokal pertumbuhannya tidak secepat lele lele yang lain. Namun keunggulan lele lokal adalah, dagingnya yang lebih gurih dan mempunyai gizi yang lebih tinggi. Selain pertumbuhan yang kurang cepat, lele ini mempunyai racun pada sirip samping, yang mana bila menusuk peternak lele, bisa mengakibatkan bengkak disertai demam. Lele lokal juga berbahaya untuk jenis ikan lain, karena kalau terkena siripnya yang beracun dapat mengakibatkan kematian.

Lele Sangkuriang

Lele sangkurian dikenal dengan lele dumbo doble, karena lele sangkurian adalah persilangan dari Lele Dumbo betina dari generasi F2 dengan Lele Dumbo dari generasi F6. Tujuan persilangan tersebut tidak lain untuk mengembalikan kualitas lele dumbo.

Lele Pyton

Lele pyton merupakan lele hasil persilangan antara lele dumbo dan juga lele eks thailand. Lele ini cocok sekali dibudidayakan didaerah dingin, ketahanan lele pyton lebih unggul dibandingkan dengan lele lainnya. Untuk dagingnya sendiri lele pyton kurang diminati oleh masyarakat.

Lele Dumbo

Lele dumbo merupakan lele yang didatangkan dari luar negeri lalu dikembangkan di indonesia. Hadirnya lele dumbo sendiri adalah persilangan antara lele taiwan dan lele afrika yang mana menghasilkan lele dumbo yang cepat untuk dibudidayakan. Lele dumbo sangat cepat besar, dan sangat populer dikalangan budidaya lele Indonesia.

Pemilihan bibit Ikan Lele

Untuk anda yang ingin sukses dalam budidaya ikan lele, alangkah baiknya juga melihat bibit lele yang dibudidayakan hingga menjadi ikan siap konsumsi. Pilih bibit yang unggul. Kelebihan bibit unggu adalah tidak gampang terkena penyakit, tidak mudah stres, angka kekerdilan sangat kecil, proses besar lebih cepat.

Ciri ciri bibit ikan lele yang unggul

  1. Gerakannya lincah
  2. Tidak ada cacar pada ikan
  3. Tidak terkena penyakit

Untuk mengetahi hal tersebut terutama pada poin pertama dan ketiga adalah dengan cara meletakkan beih tersebut kedalam air jernih yang mengalir, bila benih lele tersebut terlihat bertahan / tidak megikuti arus air, bisa dikatakan benih tersbut benih yang unggul.

Penyeberan bibit Ikan Lele

Penyebaran bibit dilakukan setelah kolam benar benar rampung. Pada saat penebaran benih, sebaiknya debit atau tinggi air tidak lebih dari 40 cm. Alasannya adalah selain menyesuaikan perubahan iklim pada ikan, debit air tersebut memudahkan peternak untuk memantau keadaan benih. Setelah benih sudah mulai besar, barulah di isi air hingga batas yang sudah ditentukan di atas. Ukuran benih yang bagus untuk di budidayakan sebagai ikan lele siap konsumsi adalah 8-10 cm.

Pakan + vitamin Ikan Lele

Pemberian pakan lele dan vitamin lele juga menjadi hal mutlak yang harus dilakukan oleh peternak. Lele merupakan hewan pemakan apa saja, untuk masalah makanan sepertinya tidak ada masalah untuk peternak. Walaupun lele pemakan apa saja, jangan sembarangan memberi pakan untuk ikan lele yang dibudidayakan. Takutnya nanti pada saat waktu panen besar ikan lele tidak sama. Waktu yang tepat untuk pemberian pakan adalah, pagi sebelum matahari terbit, dan sore setelah matahari terbenam. Bila ingin memberikan pakan 3 x dalam sehari, porsi pakan bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Kebutuhan tersebut bisa kita lihat dari berat badannya. Untuk lele yang berukuran 100 gram, kira bisa memberinya pakan sekita 5 gram pelet.

Pemberian vitamin juga penting, Hal ini bertujuan untuk memberikan nutrisi tambahan pada ikan lele, agar pertumbuhannya lebih cepat dan tidak mudah sakit. Untuk pemberian vitamin lelenya tergantung pada obat atau jenis vitamin yang digunakan.

Perawatan kolam Ikan Lele

Perawatan kolam ini mencakup kebersihan kolam. Walaupun lele termasuk ikan yang tidak suka hidup di air bersih, lele juga tidak bisa bertahan lama hidup di air yang sangat kotor. Periksa selalu pengendapan pakan dan sisa kotoran lele pada dasar kolam. Kuras air kolam setidaknya 1 bulan sekali untuk menjaga kualitas air pada kolam.

Untuk mengganti air kolam, peternak cukup mengurangi air kolam sampa 1/3 air kolam saja, tidak usah sampai habis. Setelah itu isi kembali air kolam dengan air jenih.

Pemanenan Ikan Lele

Hal yang terakhi yaitu pemanenan. Pada saat pemanenan sebaiknya peternak melihat terlebih dahulu, bahwa ikan yang mau dipanen tersebut langsung dikonsumsi atau dipasarkan kembali. Bila untuk dikonsumsi langsung misalnya dijual ke rumah makan, hotel, dan warung warung pecerl lele, tidak ada perlakuan khusus. Namun untuk pemanenan ikan lele yang akan dipasarkan kembali, harus ada perlakuan khusus.

Lakukan penyortiran ukuran pada ikan lele, kumpulkan yang besar dengan yang besar dan yang kecil dengan yang kecil. Penyortiran tersebut bertujuan untuk meningkatkan pendapatan peternak. Ukuran lele pada saat panen yaitu 8 – 12 ekor per kilo gram. Sebaiknya jangan diberi pakan sehari sebelum pemanenan.

Peluang usaha ternak ikan lele

Seperti yang sudah saya bahas pada awal paragraf, lele mempunyai potensi jual yang cukup tinggi. Hal ini tidak luput dari kebutuhan lele konsumsi dikalangan masyarakat. Untuk dapat menghasilkan lele yang berkualitas, tentunya tidak dapat dikerjakan secara mandiri. Banyak faktor yang akan mempengarui terciptanya sebuah hasil yang maksimal.

Peluang usaha lele dapat memberikan keuntungan bagi peternak dan pengelolanya.

Konsumen Ikan Lele

Hampir sebagian masyarakat suka dan mengkonsumsi ikan lele. Mulai dari kalangan bawah hingga atas, anak anak remaja dan orang tua, semuanya suka.

Pemasaran Ikan Lele

Karena peminatnya sangat banyak dan peternaknya cukup sedikit, jadi pemasaran ikan lele tergolong mudah. Mulai dari mulut kemulut hingga pemasangan plang pinggir jalan. Bila hasil budidaya lele peternak terbukti berkualitas, untuk waktu yang lebih lama tidak usah melakukan pemasaran. Karena akan ada banyak orang yang mencari lele yang dibudidayakan oleh anda.

Biaya bisnis lele

Untuk biaya atau modal spertinya sangat relatif, tergantung dari peternaknya mau membuat tipe kolam dan ukuran sperti apa. Untuk harga benih saat ini adalah 100 rupiah per ekor ukuran 8 – 10 cm. Pakan pelet 1 Kg berkisar antara 9 – 10 ribu untuk harga eceran dan sekitar 8 ribu untuk harga perkarung.

Harga jual ikan lele

Hampir mirip dengan modal, yaitu harganya tidak stabil atau relatif naik dan turun sesuai dengan permintaan pasar.

Agribisnis lele

Selain dijadikan sebagai ikan konsumsi yang dijual pada masyarakat dan pasar, yang hanya digoreng ataupun dibakar,  ikan lele bisa dimanfaatkan menjadi produk pangan lainnya loh.

[su_list]

  • Keripik lele
  • Cookis lele
  • Bolu lele

[/su_list]

Bagaimana? apakah informasi kami cukup bermanfaat untuk anda?

Demikian lah artikel 1detikaja.com dengan judul Cara Budidaya Lele yang Tepat Agar Pertumbuhan Maksimal. Bila ada yang kurang jelas bisa ditanyakan langsung pada kolom komentar

Salam sukses 🙂

Peluang Bisnis Budidaya Ikan yang Terbukti Untung Besar

Peluang Bisnis Budidaya Ikan – Pada kesempatan kali ini penulis ingin membagikan sebuah ide bisnis Ikan. Perarian merupakan ladang bisnis yang sangat menggiurkan bagi mereka yang mampu mengelolanya. Sudah bukan rahasia lagi, banyak sekali peternak ikan yang hidupnya rata rata lebih makmur. Dalam pengelolaan atau budidaya ternak jenis ikan mungkin membutuhkan modal yang cukup tinggi. Namun semua itu akan terbayar bila bisnis ikan yang kita jalankan bisa berhasil dan sukses.

Lalu jenis ikan apa saja yang sering di budidayakan para peternak ikan?

Pada artikel ini akan membahas tentang jenis jenis ikan yang sering sekali di budidayakan oleh para peternak. Sebelum itu perlu kita ketahui bersama bahwa, ada dua jenis perairan, yang pertama adalah perairan air tawar dan perairan air asin atau laut. Dengan begitu maka akan ada jenis ikan yang tidak bisa di budidayakan di air tawar saja atau sebaliknya. Dan berikut inin saya lebih condong menginfokan ikan yang dapat diternak atau di budidayakan pada perairan tawar.

Bisnis Budidaya Ikan Untung Besar

Ikan Nila

Ikan nila merupakan jenis ikan air tawar yang paling populer di budidayakan. Untuk membudidayakan ikan nila ini tergolong mudah. Cara budidaya ikan nila bisa anda baca pada artikel ternak ikan nila

Ikan Lele

Untuk jenis ikan yang satu ini, sepertinya saya tidak perlu menjelaskan panjang lebar. Sudah banyak orang membuktikan dengan budidaya ikan lele, mereka mampu membuka lapang pekerjaan baru didaerahnya. Cara budidaya ikan lele bisa anda baca di artikel ternak ikan lele

Ikan Mas

Tidak seperti yang orang bilang selama ini, membudidayakan ikan mas ternyata tidak sulit. Hanya saja sedikit rumit bila dibandingkan dengan budidaya ikan nila ataupun ikan lele.

Ikan Koi

Harga jual ikan koi yang tinggi, membuat tidak sedikit peternak ikan membudidayakan jenis ikan ini. Namun untuk membudidayakan ikan KOI perlu keahlian khusus, terutama tentang cara pembuatan kolam ikannya. Baca artikel tentang jenis dan cara budidaya ikan koi.

Ikan Gabus

Khasiat ikan gabus terbukti ampuh untuk mengobati berbagai penyakit. Ikan gabus sangat baik sekali untuk penyembuhan luka. Banyak Rumah sakit yang membutuhkan jenis ikan ini, tidak lain untuk memberikan protein terbaik agar pasien yang sedang sakit, terutama ibu melahirkan diberikan asupan gizi dari ikan gabus.

Ikan Guramai

Bila berminat untuk membudidayakan ikan gurame, anda bisa praktikum kecil kecilan, atau belajar terlebih dahulu. Pasalnya untuk membudidaykan ikan gurame itu tidak mudah, dan membutuhkan kolam yang lebih besar dibandingkan dengan pembudidayaan ikan lain.

Ikan Kakap

Kakap itu termasuk kedalam ikan air asin atau air laut. Ikan kakap ternyata banyak dibudidayakan di pinggir pantai oleh para nelayan. Harga ikan kakap sendiri tergolong cukup mahal. Konsumennya sendiri tidak hanya dalam negeri, namun juga dari luar negeri.

Masih banyak sekali jenis ikan yang berpotensi menghasilkan untung yang besar. Selain ikan ikan yang saya sebutkan diatas, saya juga mengumpulkan beberapa jenis ikan yang saat ini laku di ekspor ke luar negeri. Buat kamu yang berminat, bisa bertimbangkan jenis ikan ini juga

  1. Ikan Demersa
  2. Ikan Pelagis
  3. Ikan Tuna
  4. Ikan Cakalang
  5. Ikan Karang
  6. Ikan Tenggiri
  7. Lobster
  8. Udang Karang
  9. Cumi-cumi

Nah, itulah beberapa bisnis budidaya ikan yang terbukti untung besar. Apakah kamu berminat untuk memulai bisnis budidaya ikan? Kalau iya mau pilih jenis ikan yang mana?

Salam hangat 🙂

Cara Efektif Budidaya Ikan Nila Agar Cepat Panen

Budidaya Ikan Nila – Selamat datang kembali di blog 1detikaja.com, pada kesempatan kali ini admin ingin membagikan artikel tentang modal dan cara budidaya ikan nila. Ikan nila merupakan jenis ikan yang mudah untuk dibudidayakan. Tidak perlu lahan luas untuk membudidayakan ikan nila, berbeda sekali bila anda ingin budidaya udang. Selain pembesaran yang mudah, ikan nila mempunyai prospek pasar yang cukup banyak. Terlagi masyarakat di indonesia hampir semua suka dengan ikan nila sebagai lauk konsumsi. Maka dari itu tidak sedikit orang yang memulai membudidayakan ikan nila untu dijadikan sebuah bisnis.

Budidaya Ikan Nila
Foto by gaweanomah.com

Berbicara mengenai modal dan cara budidaya, admin akan menjelaskan secara gamblang tentang hal berikut

Modal budidaya ikan nila

Untuk kriteria modal, sobat bisa menentukan sendiri. Untuk membudidayakan ikan nila sendiri bisa di tambak, kolam tanah, kolam tembok, dan kolam terpal. Pilihan tempat menentukan modal juga bagi pelaku usahanya. Untuk harga bibitnya sendiri bervariasi, untuk harga bibit ikan nila hitam berkisar antara 20 rupiah sampai 80 rupiah. Sedangkan untuk harga ikan nila merah berkisar antara 25 rupiah hingga 100 rupiah per ekor.

Untuk pemesanan ikan biasanya ada minimum order, misal minimal order 50 ribu ekor benih ikan nila. Untuk setiap daerah pasti berbeda beda ketentuan dalam hal pembelian benih nila.

Harga pakan ikan nila dapat ditentukan dengan merk yang dibeli. Kisaran harga pakan nila yang bagus adalah 200 ribu rupiah

No

Data Usaha Pembesaran Ikan Nila

1 Bibit ikan 3 cm

Rp. 50

50 x 6.000

Rp. 300.000
2 Pakan apung pf.1000 – 3 sak

Rp.130.000

3 sak x 130.000

Rp. 390.000
3 Pakan apung 781-2

Rp. 200.000

2 sak x 200.000 Rp. 400.000
4 Obat

Rp. 25.000

Rp. 25.000
Jumlah Jumlah modal untuk bibit dan pakan Rp. 1.315.000

Dari modal di atas ( Rp. 1.315.000 ), anda tinggal menyesuaikan sendiri kolam yang akan dibuat untuk pembudidayaan. Bila ingin lebih hewmat, gunakan saja kolam tanah atau kolam terpal. Untuk kolam tanah, harus dipastikan lokasinya dekat dengan sumber air, bila tidak maka kolam akan mengering. Untuk kolam terpal, anda bisa membuatnya disamping rumah ataupun ditempat lain. Ukuran kolam terpal biasanya adalah 4×6 meter.

Cara Budidaya Ikan Nila

Pembuatan dan persiapan kolam

Langkah awal yang harus diperhatikan yaitu pembuatan kolam, bagaimana pembuatan kolam yang baik untuk budidaya ikan nila? Banyak yang gagal dalam budidaya ikan nila karena tidak memperhatikan kesehatan kolam. Kolam yang baik untuk nila adalah kolam yang sudah memenuhi kriteria sebagai berikut

  • Tidak berbau busuk
  • Mengandung cukup unsur mikroba
  • Selalu dipupuk
  • Penambahan atau pergantian air secara teratur

Pemilihan benih

Benih yang dapat diambil untuk membudidayakan ikan nila adalah benih yang unggul. Kenapa memilih benih yang unggul? untuk menghasilkan ikan nila yang super peternak ikan harus memilih benih yang bagus. Benih sangat mempengaruhi pertumbuhan. Walaupun pakan dan cara perawatannya sudah bagus, namun benih yang digunakan tidak unggul, hasilnya pun tidak akan maksimal. Bisa bisa malah mengecewakan.

Penebaran benih

Penebaran benih dilakukan setelah kolam ikan sudah siap untuk ditempati. Untuk menentukan kriteria kolam yang sudah cocok ditempati, kami sudah mengumpulkan poin sebagai berikut :

  • Sudah terisi cukup mikroba,
  • Sudah terisi air
  • Sudah didiamkan selama kurang lebih 7 hari sebelum penebaran benih

Banyak sekali peternak nila pemula ingin segera menebarkan benih di kolam yang belum siap untuk dihuni. All hasil benih ikan yang di tebarkan banyak yang mati.

Perhatiakan pakan

Proses pembudidayaaan ikan nila yang tidak bisa dihindari adalah pakan. Salah satu penyebab ikan stress adalah jarang mendapat pakan, bila ikan sudah stress maka ikan tersebut susah untuk besar. Bisa memberikan pakan sesuai dengan umur dan jadwal yang tepat, misalnya pagi sebelum matahari terbit dan sore hari setelah matahari terbenam.

Pemeliharaan

Pemeliharaan tidak hanya sebatar memberikan pakan saya, banyak cara pemeliharaan yang dapat dilakukan oleh peternak ikan nila, agar hasil yang diperoleh bisa maksimal. Contoh pemeliharaan lain seperti pergantian air, pemberian pupuk kimia dalam kolam, pemeberian cairan vitamin kedalam pakan, dan lain lain.

Pemanenan

Tahap terakhir dalam membudidayakan ikan nila yaitu pamanenan. Ikan nila bisa dipanen berkisar umu 120 hari sampai 160 hari dari penebaran benih. Umumnya ukuran ikan nila yang dipanen adalah berkisar antara 300 gram sampai 600 gram.

Itulah tips yang bisa kami bagikan pada pembaca, apabila ada kesalahan dalam penulisan mohon maaf. Terimakasih anda sudah membaca sampai selesai artikel Modal dan Cara Budidaya Ikan Nila,  Semoga artikel ini bermanfaat, baca artikel lainnya tentang car budidaya ikan lele.

Baca juga: Cara Efektif Budidaya Ikan Lele

Terus upayakan untuk melakukan hal terbaik untuk hewan ternak anda. Hasil tidak akan pernah membohongi usaha. Demikian artikel tentang cara budidaya ikan nila semoga bermanfaat!!!

Budidaya Udang Vaname Agar Sukses Panen & Menguntungkan

sukses budidaya udang vaname

Budidaya Udang Vaname Agar Sukses Panen & Menguntungkan – Banyak pebisnis yang mulai melirik budi daya hewan karena semakin banyak orang yang membutuhkan bahan pangan seiring dengan bertumbuhnya jumlah penduduk. Budi daya hewan dan tumbuhan semakin dilirik karena metodenya yang semakin mudah namun menghasilkan pundi-pundi rupiah yang tidak bisa dianggap kecil.

Seiring dengan majunya teknologi, banyak ditemukan berbagai macam metode dan teknik agar budidaya suatu tanaman atau hewan semakin efektif. Efektif yang dimaksud disini adalah pengeluaran modal yang kecil, waktu yang diperlukan pendek namun dengan hasil yang sama dengan metode lain atau malah lebih banyak.

Salah satu komoditi yang banyak dicari adalah udang Vename atau yang lebih umum dikenal sebagai udang putih. Komposisi seekor udang vename adalah 78,2% air, 0,8% lemak, 18,1% protein dan 1,4% karbohidrat. Tiap 100 gram daging udang vename menagndung Kalsium sebanyak 145-320mg, Magnesium sebanyak 40-105mg, Fosfor sebanyak 270-350mg, Besi sebanyak 1,6mg, Natrium sebanyak 140mg, dan Kalium sebanyak 220mg. Selain itu terdapat senyawa nitrogen non protein sebanyak 0,81%.

Budidaya Udang Vaname Agar Sukses Panen & Menguntungkan

sukses budidaya udang vaname

Prospek Udang Vename sangat cerah mengingat pasar udang dalam dan luar negeri semakin besar. Bahkan, seorang penambak dengan luas kolam 4.000 meter bisa menghasilkan penghasilan kotor 2,8milyar rupiah selama 1 tahun. Jadi langsung saja ke cara-cara dan tips dalam membudidayakan udang vename dibawah ini!

1. Persiapkan lahan

Persiapan pertama adalah pengeringan tambak jika sebelumnya tambah pernah digunakan untuk membudidayakan ikan. Buang air yang tersisa dan pastikan tambak kering. Ambil semua ikan liar yang tersisa dengan saponin. lakukan hingga sebersih mungkin karena adanya hewan lain dapat mengganggu pertumbuhan udang.

Jika tambak retak-retak maka perlu dilakukan penghalusan dengan traktor agar sirkulasi air terjaga. Selain itu juga bertujuan agar H2S dalam tanah hilang teroksidasi. Pembersihan secara sempurna juga bertujuan untuk membunuh bakteri patogen yang ada di peralatan tambak.

Untuk menunjang perbaikan kualitas tanah dan air dilakukan dengan pemberian kapur bakar (CaO) sebanyak 1000kg per hektar dan kapur pertanian sebanyak 320kg per hektar. Setelah itu masukkan pupuk urea sebanyak 150kg per hektar dan pupuk kandang sebanyak 2000kg per hektar.

2. Isi dengan air yang berkualitas

Setelah tanah dan pupuk di poin pertama telah bercampur dan terbentuk lapisan bawah, masukkan air secara bertahap. Setelah ketinggian air mencapai 1 meter diamkan kurang lebih selama 2-3 minggu agar air siap untuk dimasukkan benih udang. Carilah pasokan air yang mengalir dan bebas dari hama dan virus yang biasanya ada dalam air bekas tambak ikan atau udang lainnya.

3. Masukkan benih udang

Penebaran benih dilakukan setelah plankton tumbuh dengan baik selama 7-10 hari setelah pemupukan. Benih yang sebaiknya digunakan adalh PL10-PL12 dengan berat awal 0,001gram per ekor dan diperoleh dari penetasan yang telah mendapat rekomendasi bebas patogen atau Specific Pathogen Free (SPF) dan berumur 6-10 hari. Kriteria benih yang baik berukuran PL-10 atau organnya sempurna, seragam atau rata, usus terlihat jelas dan bisa berenang melawan arus.

Sebelum menabur benih, lakukan aklimatisasi terlebih dahulu. Cara ini dilakukan dengan cara mengapungkan kantong yang berisi benih di tambak dan menyiramnya secara perlahan-lahan untuk menyamakan suhu air. Sedangkan aklimatisasi terhadap salinitas dilakukan dengan membuka kantong dan beri air tambak sedikit demi sedikit ke dalam kantong berisi benih.

Selanjutnya kantong benih dimiringkan dan perlahan-lahan tuang benih udang kedalam tambak. Penebaran benih ini dapat dilakukan disiang hari. Padat penebaran benih dengan pakan tambahan berkisar 8-10 ekor per meter persegi. Pada proses awal penebaran, kurang lebih selama 7 hari pertama, udang tersebut tidak perlu diberikan pakan. Kenapa? Karena masih banyak makanan alami yang terdapat pada air tambak.

4. Beri pakan yang berkualitas

Beri pakan yang cocok dengan umur udang yang dibudidayakan. Pakan yang berkualitas dapat dibeli atau didapat dari dinas perikanan atau dinas lain yang terkait. Ingat, jangan asal memberikan pakan karena akan berakibat langsung pada kualitas udang.

Meski ada makanan alami yang berasal dari pemupukan, namun demi mendapat hasil berat maksimal maka udang perlu diberi makanan tambahan. Meski begitu, jangan terlalu banyak memberi pakan karena bisa berakibat pada tumbuhnya jamur dan parasit dari makanan yang tersisa.

5. Lakukan pengamatan dan penjagaan secara rutin

Amati perkembangannya, apakah ada virus yang membuat salah satu udang mati atau tidak. Karena jika ada 1 ekor udang yang mati karena virus, maka virus tadi dapat dengan mudah menjangkiti udang yang lain dan dapat berakibat fatal.

Hal yang paling perlu diperhatikan adalah suhu, salinitas, transparansi, pH, tercukupinya oksigen dan kedalaman air tiap harinya. Selain itu perlu diberikan pemberian pupuk urea dan TPS sususlan tiap minggu sebanyak 5-10% dari pupuk awal. Pupuk urea sebanyak 150kg per hektar dan hasil fermentasi probiotik yang diberikan seminggu sekali guna menjaga kestabilan jumlah plankton dalam tambak.

Pengapuran susulan dengan dolomit super dilakukan apabila pH air berubah-ubah. Penggantian air yang pertama dilakukan setelah udang berumur 60 hari dengan volume penggantian 10% dari volume total. Sedangkan pada bulan berikutnya hingga panen, volume penggantian air ditingkatkan mencapai 15-20% pasa setiap periode.

Sebelum udang berumur 60 hari air hanya ditambah apabila berkurang karena penguapan dan jika terjadi rembesan kedalam tanah hingga ketinggian air stabil di 1 meter. Kualitas air yang layak untuk pembesaran udang adalah salinitas optimal di angka 10-25 ppt dan batas toleransi adalah 50 ppt, suhu 28-31 derajat celcius, oksigen 4 ppm, amoniak 0,1 ppm, dan pH air 7,5-8,2 dan H2S sebanyak 0,003 ppm.

6. Panen

Panen sebaiknya dilakukan pada malam hari untuk menghindari cahaya matahari yang bisa merusak tampilan udang. Selain itu panen juga harus mempertimbangkan aspek harga udah dipasaran, dan umur udang berada di kisaran 100-110 hari. Perlakuan sebelum panen adlaah pemberian kapur dolomit sebanyak 80kg per hektar dan tinggi air tambak 1 meter. Pertahankan ketinggian air tambak di kisaran 1 meter untuk menghindari udang ganti kulit selama 2-4 hari setelah diberi kapur.

Persiapkan pula alat panen seperti keranjang panen, jaring yang dipasang di pintu air, jala lempar, wadah udang yang dipanen, ember, baskom, dan lampu penerangan. Pengeringan air untuk mempermudah pemanenan sebaiknya dilakukan dengan cara pengurangan air secara gravitasi (air dialirkan begitu saja).

Setelah ditangkap, segera cuci udang dan masukkan kedalam es agar kualitasnya bertahan lama. Selanjutnya masukkan ke ruang pendingin. Dengan hasil perkiraan di kisaran angka 836-1050 kilogram per hektar per musim panen dengan sintasan 60-96% dan ukuran panen antara 55-65 ekor per kilogram.

Terima kasih sudah mau membaca artikel mengenai Budidaya Udang Vaname ini. Semoga informasi yang saya sajikan memberikan sedikit bantuan kepada kalian untuk menambah motivasi dalam membuka tambak udang. Namun ingat, jangan lupa konsultasikan ke dinas terkait untuk cara dan perijinan pembudidayaan udang. Selamat berbisnis!