Elang Gumilang – Milyuner Muda Pelopor Bisnis Properti Menengah Kebawah

Elang Gumilang – Milyuner Muda Pelopor Bisnis Properti Menengah Kebawah

Elang Gumilang – Milyuner Muda Pelopor Bisnis Properti Menengah Kebawah – Bisnis properti adalah salah satu bisnis dengan perkembangan yang terus menukik naik. Karena kebutuhan manusia akan papan untuk bernaung adalah primer dan semakin bertumbuhnya jumlah manusia maka bisnis properti pun berkembang bak jamur di musim hujan.

Banyak pihak yang berkecimpung di bidang properti. Dari pengembang berskala besar dan dapa membangun gedung pencakar langit hingga para pengembang perumahan berskala menengah kebawah. Salah satu pelopor pengembang perumahan menengah kebawah adalah Elang Gumilang. Melalui perusahaan pengembang Elang Group, ia menjadi salah satu milyuner muda Indonesia.

Sebagai permulaan artikel, saya akan menyajikan data diri Elang Gumilang.

siapa elang gumilang?
sumber: http://danzierg.com/

Nama Lengkap : Elang Gumilang
Tempat Lahir    : Bogor, 06 April 1985
Pendidikan        : S1 Fakultas Ekonomi dan Manajemen, IPB.
Pekerjaan           : Pengusaha, CEO Elang Group
Website               : elanggroup.co.id
Nama usaha       : Developer Griya Salak Endah 1 dan 2, Developer Bumi Warnasari Endah dan Griya Ciampea Endah, Pemilik Pertambangan Pasir Kuarsa.

Penghargaan

  1. Pemenang I Wirausaha Muda Mandiri (2007)
  2. Top Youth Entrepreneur versi Warta Ekonomi ( 2008)
  3. Man of the Year 2008 versi Group Jawa Pos
  4. Pemuda Pilihan 2008 Versi TV One
  5. Juara Lelaki Sejati Pengobar Inpirasi 2009 versi Bentoel
  6. Tokoh Pilihan Majalah Tempo (2009)
  7. Penghargaan Ernst & Young Indonesian Entrepreneur Of The Year 2010
  8. Pemuda Andalan Nusantara (2010)

Usahanya untuk menjadi milyuner tak semudah dan sesederhana membalikkan telapak tangan. Ia sudah memupuk jiwa wirausaha sejak ia duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. Meski datang dari keluarga yang berkecukupan, ia ingin memiliki uang sendiri untuk bekal mendaftar kuliah setelah ia lulus dari SMA.

Ia mulai berjualan donat di sekolah-sekolah dasar di kawasan dekat sekolahnya. Hingga akhirnya orang tuanya menyuruh Elang berhenti berjualan karena UAN sudah dekat dan mereka memintanya untuk fokus belajar dulu. Tak patah arang, ia mengikuti berbagai lomba agar mendapatkan uang dari hadiahnya. Dua perlombaan yang berhasil ia menangkan adalah Java Economic Competition se-Jawa dan Kompetisi Ekonomi oleh UI. Kemudian uang hadiahnya ia kumpilkan untuk biaya kuliah.

Karena keenceran otaknya, ia diterima kuliah di Fakultas Ekonomi IPB tanpa tes. Saat itulah dengan modal uang satu juta rupiah ia kembali berniat untuk berbisnis. Awalnya ia berjualan sepatu dan mampu meraup untung 3 juta, kemudian berganti menyuplai lampu neon fakultas.

Bermodalkan surat izin dri kampus, ia melobi perusahaan lampu Philips untuk menyetok lampu di kampusnya. “Alhamdulillah untuk setiap pembelian saya untung 15 juta rupiah,” ucapnya bangga. Namun karena bisnis lampu perputarannya lambat, ia kemudian beralih ke bisnis minyak goreng.

Bisnis minyak goreng ini perputarannya cepat namun menggunakan otot sehingga mengganggu kuliah. Akhirnya ia berhenti dari bisnis ini. Ia kemudian memikirkan bisnis yang tak menggunakan otot. Ia bertukar pikiran dengan dosen dan beberapa pengusaha lokal. Alhasil tercetuslah bisnis lembaga kursus bahasa Inggris di kampusnya.

Elang menggunakan tenaga pengajar langsung dari luar negeri sehingga kampus mempercayakan lembaga milik Elang tersebut sebagai mitra. Karena bisnis kursusan ini tak menggunakan otot, Elang kemudian menggunakan waktu luangnya untuk menjadi pemasar perumahan.

Disela-sela kesibukannya menjadi pemasar alias sales perumahan, ia mencoba ikut tender perbaikan sekolah dasar yang ada di Jakarta pada tahu 2005. Berkat kerja kerasnya, proyek senilai 160 juta ia menangkan. Hal inilah yang membuatnya semakin optimis bahwa bidang properti adalah tonggak sejarah karirnya.

Sebenarnya tanpa harus beralih ke bisnis properti, Elang sudah berkecukupan, ia sudah punya mobil dan rumah sendiri padahal masih kuliah semester 6. Namun Elang merasa ada yang kurang. Melihat kenyataan dilapangan bahwa banyak masyarakat menengah kebawah yang tidak bisa memiliki rumah karena harga perumahan yang selangit, meski dengan metode pembayaran kredit pun memerlukan DP yang besar dan bunga cicilan yang cukup tinggi.

Kegundahannya pun berakhir setelah ia mendapat jawaban dari Sang Kuasa. Ia melihat banyak kalangan masyarakat menengah bawah perkotaan tak mampu membeli rumah. Meski diusia mereka yang sudah tergolong senja. Disamping niat ingin membantu, ia juga ingin menyediakan perumahan rakyat dengan fasilitas yang sama namun harga dan metode pembayaran yang lebih ringan.

Karena itulah ia memulai bisnis properti yang menargetkan para warga menengah kebawah. Dengan DP yang terjangkau dan cicilan yang fleksibel, ia berharap banyak orang akan terbantu memiliki rumah idaman dengan harga yang bisa mereka jangkau.

Akhirnya masuklah ia di bisnis properti ini. Elang kemudian mengiklankan propertinya di beberapa koran lokal untuk menekan biaya promosi. Karena harga perumahan yang ditawarkan begitu murah, pada tahap awal langsung terjual habis. Meski harganya sangat murah namun fasilitas pendukungnya lumayan lengkap seperti klinik 24 jam, angkot 24 jam, lapangan olah raga, dekat sekolah juga serta dekat pasar dan rumah ibadah. Kebanyakan konsumennya adalah para buruh pabrik, staf TU IPB, dan ada juga pemulung.

Setelah berhasil membangun dan memasarkan rumah yang ia bangun dari bisnis properti yang awalnya hanya hasil patungan dari teman-teman SMA dan kuliahnya, Elang Gumilang dengan kecerdasan bisnisnya kemudian mentargetkan membangun 2000 unit rumah sederhana.

Dibawah bendera Semesta Guna Grup, perusahaan miliknya ia berusaha mewujudkan targetnya. Dalam waktu setahun, investasi yang ditanamkan naik berlipat. Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tanah yang tadinya bernilai 50 ribu melejit hingga 5 kali lipat dalam dua semester.

Omset pertahunnya pasti bikin pengusaha manapun berdecak kagum – mengingat awal mula sepak terjangnya – karena tak kurang dari 20 miliar per tahun dapat ia bukukan. Belum lagi dari kontrak pre periodik terbarunya menambah 80 miliar hingga 100 miliar ke bisnisnya. Bisnisnya hari ini pun semakin berkembang dengan makin banyaknya investor yang berinvestasi di Elang Group miliknya.

Terima kasih telah membaca artikel Elang Gumilang – Milyuner Muda Pelopor Bisnis Properti Menengah Kebawah ini. Semoga artikel ini dapat memberikan informasi yang kalian cari dan dapat memberi kalian contoh sekaligus ide untuk membantu sesama dan berbisnis dengan baik. Selamat berbisnis!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *