Pengertian Valuta Asing

Pengertian Valuta Asing – Didunia ini ada ratusan negara. Dan ratusan negara tersebut membutuhkan satu sama lain dalam berbagai urusan, salah satunya adalah urusan ekonomi. Dalam ekonomi, alat pembayaran yang sah dan mudah berbentuk uang.

Seperti yang kita ketahui, uang dari satu negara dengan negara lain memiliki bentuk, nama dan nilai yang berbeda. Pada dasarnya, itulah yang dinamakan valuta asing atau sering disebut valas. Namun karena nilai uang yang terlalu cepat, maka sistem ekonomi pun menggunakan benda lain yang bisa dijadikan aset dalam valuta asing.

Sebagai informasi tamabahan, valuta asing adalah bagian dari devisa negara. Devisa adalah salah satu kekayaan suatu negara di luar negeri yang berwujud barang atau jasa atau mata uang asing yang dapat dipakai sebagai alat pembayaran luar negeri serta diterima di seluruh penjuru dunia.

Dalam artikel ini saya akan menjelaskan dengan jelas apa itu valuta asing, jenis-jenisnya dan fungsinya. Nah karena pentingnya valuta asing baik dalam proses transaksi maupun investasi, beragam bentuk valuta asing tersedia. Nilai dari satu valuta ke valuta lain di tiap negara juga dapa berbeda-beda. Sekarang mari kita langsung bahas apa itu valuta asing.

Hamdy Hady, seorang Dosen di Universitas Negeri Malang dalam bukunya Ekonomi Internasional: teori dan kebijakan perdagangan internasional menjelaskan bahwa Pengertian valuta asing adalah mata uang asing yang memiliki fungsi sebagai alat pembayaran dalam membiayai setiap transaksi dibidang ekonomi keuangan internasional dan mempunyai catatan kurs resmi atas bank sentral.

Lebih rinci lagi, Beams, Anthony, Clement dan Lowensohn dalam bukunya Advanced Accounting menyebutkan bahwa ada 3 sistem valuta asing yang berlaku pada suatu negara, antara lain :

1. Sistem Kurs Bebas (Floating)

Sistem kurs bebas tidak terdapat campur tangan dari pemerintah guna menjaga kestabilan nilai kurs. Hal ini karena nilai tukar kurs pada umumnya ditentukan oleh adanya permintaan dan penawaran atas valuta asing.

2. Sistem Kurs Tetap (Fixed)

Pada sistem kurs tetap, pihak pemerintah dan pihak bank sentral dapat ikut turut campur dan terlibat secara aktif dalam transaksi pasar valuta asing, dengan cara membeli maupun menjual valuta asing jika nilainya menyimpang dari standar yang sebelumnya sudah ditetapkan.

3. Sistem Kurs Terkendali atau Terkontrol (Controlled)

Pihak pemerintah atau pihak bank sentral dari negara yang bersangkutan mempunyai kekuasaan eksklusif dalam menentukan nilai alokasi dari pemakaian valuta asing yang tersedia. Sedangkan warga negara tidak bebas dalam ikut campur tangan pada transaksi valuta asing tersebut. Hal ini disebabkan oleh Capital Inflows dan kegiatan ekspor barang yang mengakibatkan ketersediaan atas valuta asing.

Seperti yang sudah saya sebutkan tadi, ada berbagai jenis valas yang digunakan dalam sistem ekonomi modern. Dalam prakteknya ada dua jenis valas yang paling umum digunakan yakni:

1. Valuta Asing Fisik
Valuta asing fisik merupakan uang asing dalam pengertian uang asing yang sebenarnya, yaitu uang asing yang berbentuk uang kartal baik itu dalam bentuk uang logam, uang kertas negara, ataupun uang kertas bank. Pada jenis valuta asing fisik memiliki pengertian yang sama dengan pengertian uang kartal, valuta asing ini dapat untuk digunakan dalam perdagangan internasional.

2. Valuta Asing Non-Fisik
Valuta asing dalam bentuk uang giral atau surat-surat berharga seperti : dalam bentuk wesel, cek, travelers, cek , internasional money order dan lain-lain.

Kemudian, bila ditinjau dari bentuknya, ada 4 jenis valas yang paling umum digunakan yakni:

1. Mata Uang Asing
Mata uang asing atau mata uang resmi negara lain. Di dunia ini ada kurang lebih 193 mata uang, namun hanya 6 yang paling  banyak digunakan ada Dollar Amerika Serikat (USD), Euro (EUR), Yen (JPY), Great Britain Pound (GBP), Swiss Franc (CHF) dan Dollar Kanada (CAD).

2. Saldo Kredit
Saldo Kredit yang ada pada bank-bank devisa pada suatu negara di luar negeri.

3. Surat-surat Wesel Luar Negeri
Adanya surat-surat wesel luar negeri ini dapat untuk diketahui dengan cara seperti : terdapat seorang eksportir Indonesia yang menarik wesel atas Importir (dari negara lain).

4. Hak-Hak Penerimaan Pembayaran
Berasal dari penduduk suatu negara dalam bentuk yang berbeda-beda dengan tingkat likuiditas yang terbilang tinggi.

Terakhir, valas dengan berbagai bentuk seperti yang sudah saya jelaskan di atas pasti memiliki fungsi. Fungsi-fungsi utama mereka dalam sistem ekonomi dunia adalah:

1. Alat Tukar Internasional
Valuta asing dapat dipakai sebagai sebuah alat perantara guna melakukan tukar-menukar barang atau jasa dengan negara lain. Seperti, apabila Indonesia mengimpor biji gandum dari Amerika Serikat maka pembayaran tidak menggunakan rupiah, akan tetapi menggunakan valuta asing (contohnya dengan Valas Dollar Amerika Serikat).

2. Alat Pembayaran Internasional
Apabila pemerintah memiliki utang dari negara lain, maka guna melakukan pembayaran cicilan utang serta bunganya harus dilakukan dengan menggunakan valuta asing. Oleh sebab itu, valuta asing dapat digunakan sebagai alat untuk pembayaran dengan negara lain.

3. Alat Pengendali Kurs
Kurs dapat diartikan sebagai sebuah perbandingan nilai mata uang sebuah negara terhadap mata uang dari negara lain, yang mana kurs mata uang suatu negara tersebut dapat menguat atau melemah. Valuta asing atau valas dapat digunakan untuk mengendalikan kurs rupiah terhadap mata uang asing.

4. Alat Memperlancar Perdagangkan Internasional
Valas atau valuta asing dapat memperlancar dan mempermudah bagi suatu negara untuk melakukan perdagangan dengan negara lain. Oleh sebab itu, salah satu fungsi valuta asing adalah sebagai alat tukar atau untuk mempermudah perdagangan internasional. Apabila tidak ada valuta asing maka perdagangan internasional dapat terganggu, karena perdagangan tersebut hanya dapat dilakukan dengan cara barter atau tukar-menukar barang.

Sebagai tambahan, hanya beberapa pihak yang diperbolehkan untuk memperdagangkan valas guna menjaga nilainya tetap tinggi. Ada 6 pihak yang diijinkan untuk memperdagangkannya, mereka adalah:

1. Dealer (Market Maker)
Dealer berfungsi sebagai pihak yang membuat pasar menjadi bergairah di pasar uang. Biasanya dealer akan mengkhususkan terhadap mata uang tertentu serta menentukan tingkat persediaan pada mata uang tersebut.

2. Perorangan atau Perusahaan
Seseorang atau suatu perusahaan dapat melaksanakan transaksi perdagangan dalam pasar valuta asing. Di dalam pasar valuta asing biasanya dimanfaatkan untuk memperlancar transaksi bisnis. Seperti : importir, perusahaan multinasional, eksportir, investor internasional, dan lain sebagainya.

3. Arbitrator dan Spekulan
Pada umumnya merupakan orang-orang yang mengeksploitasi perbedaan pada setiap kurs antar valuta asing. Mereka mempunyai peran yang hampir sama dengan semata-mata didorong dari motif yang hanya selalu mencari dan mengejar setiap keuntungan yang ada . Mereka terus menuai keuntungan akibat fluktuasi drastis yang terjadi pada pasar valuta asing.

4. Pialang
Merupakan orang yang berperan sebagai perantara guna mempertemukan penawaran dengan permintaan terhadap suatu mata uang tertentu. Pialang mempunyai akses langsung dengan dealer serta bank di seluruh dunia, meskipun ia tidak bertemu langsung.

5. Bank Sentral
Bank Sentral memiliki peran sebagai pengawas dan pengendali disetiap melakukan transaksi jual beli valuta asing. Bank sentral juga berperan sebagai suatu badan yang menstabilkan nilai tukar mata uang dari negara yang bersangkutan atau yang dikenal dengan istilah kegiatan intervensi.

6. Pemerintah
Adapun tujuan pemerintah dalam kegiatan transaksi valuta asing adalah : guna membayar hutang luar negeri dan sebagai penerima pendapatan dari luar negeri yang kemudian ditukarkan ke mata uang lokal.

Terima kasih telah membaca artikel Pengertian Valuta Asing ini. Semoga dengan hadirnya artikel ini dapat membantu kalian dalam memahami apa itu valas. Selamat belajar!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *