Home » Editors' Choice » Perbedaan Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat

Perbedaan Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat

Perbedaan Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat – Perekonomian baik mikro maupun makro menjadi hal yang sangat penting bagi manusia. Keduanya hadir untuk saling melengkapi dan menunjang. Tidak ada yang bersifat lebih baik atau lebih buruk karena memiliki peran di masing-masing ranah konsumennya. Kehadiran bank menjadi pelengkap, penyeimbang dan pengatur demi lancarnya kegiatan ekonomi.

Salah satunya adalah kehadiran bank. Menurut bahasa, Bank adalah badan usaha di bidang keuangan yang menarik dan mengeluarkan uang dalam masyarakat, terutama memberikan kredit dan jasa dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang. Namun secara tugas dan fungsinya, kini bank memiliki arti yang jauh lebih luas dari itu. Bank memiliki inti tugas dan fungsi sebagai pengatur peredaran uang yang tentu saja akan membuat uang itu menjadi berharga dan memiliki fungsi.

Bank di Indonesia dapat dibedakan menjadi 3 jenis yakni bank sentral yang terdiri dari Bank Indonesia saja, bank umum yang terdiri dari beragam jenis bank, dan Bank Perkreditan Rakyat yang biasanya ada di tiap daerah. Bank Perkreditan Rakyat hadir berkat sistem otonomi daerah yang mengharuskan tiap daerah memiliki bank pengelolaan uang yang bersifat lokal, utamanya menyediakan kredit untuk rakyat.

Lalu apa bedanya Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat sebenarnya? Dari namanya sudah terlihat jelas, namun lebih dari itu Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat memiliki perbedaan yang lebih banyak dan mendasar yang dapat dirinci berdasar tugas, fungsi, larangan, fasilitas, jenis simpanan dan lalu lintas uang.

Dalam artikel ini akan saya rinci lagi mengenai perbedaan dari Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat agar kalian lebih mengerti.

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia nomor 10 tahun 1998 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 tahun 1992 tentang Perbankan menyebutkan bahwa definisi dari Bank Umum dan Bak Perkreditan Rakyat adalah sebagai berikut:

Baca Juga  Omset 4 Juta Perhari dengan Memulai Bisnis Rendang Jengkol
Apa itu Bank Umum dan Bank perkreditan rakyat

sumber: gatesofmadness.blogspot.com

Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan Prinsip Syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Perbedaan Bank Umum dan Bank perkreditan rakyat

sumber: http://tanyatugas.com

Bank Perkreditan Rakyat atau disingkat BPR adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan Prinsip Syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Sehingga bisa disimpulkan pada dasarnya perbedaannya adalah pemberian dan tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

apa saja Perbedaan Bank Umum dan Bank perkreditan rakyat

sumber: http://www.documentarytube.com/

Selanjutnya perbedaan Bank Umum dan BPR akan diperinci dalam beberapa poin berikut ini:

Jasa

Jasa yang dimaksud disini adalah berbagai layanan penyimpanan atau jasa dalam bentuk lain yang disediakan oleh bank terkait.

Usaha bank umum salah satunya menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro, tabungan deposito, surat berharga, kredit, sertifikat deposito, tabungan biasa, perdagangan valuta (mata uang) asing, dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu.

Sedangkan, usaha BPR menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa deposito, tabungan, dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu.

Penjelasan Bentuk-Bentuk Jasa menurut UU no.10 tahun 1998

1. Giro adalah simpanan yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet giro, sarana perintah pembayaran lainnya, atau dengan pemindah bukuan;
2. Deposito adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian Nasabah Penyimpan dengan bank;
3. Sertifikat Deposito adalah simpanan dalam bentuk deposito yang sertifikat bukti penyimpanannya dapat dipindahtangankan;
4. Tabungan adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut Syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro, dan atau alat lainnya yang dipersamakan dengan itu;
5. Surat Berharga adalah surat pengakuan utang, wesel, saham, obligasi, sekuritas kredit, atau setiap derivatifnya, atau kepentingan lain, atau suatu kewajiban dari penerbit, dalam bentuk yang lazim diperdagangkan dalam pasar modal dan pasar uang;
6. Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga;
7. Valuta Asing adalah mata uang negara lain yang diakui oleh Republik Indonesia dan nilainya didasarkan pada keputusan Bursa Efek Indonesia.

Baca Juga  Cara Membuat Email Gmail Terbaru 2017

Tugas

Bank Umum memiliki tugas pokok sebagai berikut:

  1. Pemberian kredit,
  2. Menghimpun dana yang berasal dari masyarakat berbentuk simpanan ,
  3. Menerbitkan surat atas pengakuan hutang,
  4. Menjual, membeli dan juga menjamin risiko sendiri berdasarkan kepentingan nasabah maupun perintah dari nasabahnya itu sendiri, meliputi surat pengakuan hutang, surat-surat wesel, sertifikat Bank Indonesia, kertas perbendaharaan negara, obligasi, surat dagang yang berjangka,  dan beserta surat berharga yang lainnya,
  5. Meminjamkan dana, meminjam atau menempatkan dana, entah itu memakai sarana telekomunikasi, memakai surat atau wesel,
  6. Menerima pembayaran atas tagihan surat berharga,
  7. Menyediakan tempat penyimpanan surat berharga dan barang,
  8. Melakukan utang piutang,
  9. Melakukan kegiatan valuta asing,
  10. Melakukan kegiatan dalam hal penyertaan modal bank maupun perusahaan lain,
  11. Bertindak sebagai pengurus dan pendiri dana pensiun berdasarkan peraturan undang-undang.

BPR memiliki tugas pokok sebagai berikut:

  1. Memberikan kredit,
  2. Menghimpun dana masyarakat berupa tabungan, deposito berjangka ataupun lainnya yang serupa,
  3. Menawarkan penempatan dana dan pembiayaan melalui prinsip syariah, berdasarkan ketetapan dari Bank Indonesia,
  4. Menempatkan dananya berbentuk Sertifikat Bank Indonesia, sertifikat deposito, tabungan bank lain, dan deposito berjangka.

Lalu apa bedanya pemberian kredit antara Bank Umum dan BPR? Disinilah letak istimewa dari BPR. Dalam catatan khusus, kelebihan BPR saya bahas dalam tiga poin yakni:

  • Dalam memberikan kredit, BPR wajib mempunyai keyakinan atas kemampuan dan kesanggupan debitur untuk melunasi utangnya sesuai dengan perjanjian.
  • Dalam memberikan kredit, BPR juga wajib memenuhi ketentuan Bank Indonesia mengenai batas maksimum pemberian kredit, pemberian jaminan, atau hal lain yang serupa, yang dapat dilakukan oleh BPR kepada peminjam atau sekelompok peminjam yang terkait, termasuk kepada perusahaan-perusahaan dalam kelompok yang sama dengan BPR tersebut. Batas maksimum dalam hal tersebut sendiri tidak melebihi 30% dari modal yang sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan Bank Indonesia.
  • Dalam memberikan kredit, BPR wajib memenuhi ketentuan Bank Indonesia mengenai batas maksimum pemberian kredit, pemberian jaminan, atau hal lain yang serupa, yang dapat dilakukan oleh BPR kepada pemegang saham (dan keluarga) yang memiliki 10% atau lebih dari modal disetor, anggota dewan komisaris (dan keluarga), anggota direksi (dan keluarga), pejabat BPR lainnya, serta perusahaan-perusahaan yang di dalamnya terdapat kepentingan pihak pemegang saham (dan keluarga) yang memiliki 10% atau lebih dari modal disetor, anggota dewan komisaris (dan keluarga), anggota direksi (dan keluarga), pejabat BPR lainnya. Batas maksimum tersebut tidak melebihi 10% dari modal yang sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan Bank Indonesia.
Baca Juga  Cara Menjadi Blogger dengan Penghasilan Melalui Iklan

Terima kasih telah membaca artikel Perbedaan Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat ini ya. Semoga dengan hadirnya artikel ini dapat menambah wawasan kalian mengenai Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat sehingga kalian dapat lebih mudah menentukan sikap mau dikemanakan uang yang kalian dengan susah payah telah kumpulkan. Selamat mencoba!