Home » Editors' Choice » Presiden-Presiden Indonesia

Presiden-Presiden Indonesia

Presiden-Presiden Indonesia – Sebagai negara dengan bentuk republik, Indonesia dipimpin oleh seorang presiden yang berkuasa penuh menjadi kepala negara dan kepala pemerintahan yang dibantu oleh para mentri pilihannya. Sebagai negara yang berideologi Pancasila dan memiliki bentuk pemerintahan Demokratis, maka Republik tiap 5 tahun sekali mengadakan pemiliha umum untuk memilih presiden.

Sejak kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 1945 tercatat ada 7 presiden yang secara politik menjabat. Meski begitu ada 2 presiden sementara yang diangkat karena keadaan darurat dan keadaan Indonesia yang waktu itu berganti dari demokratis menjadi serikat. 2 orang presiden sementara yang pernah dimiliki oleh Indonesia adalah Syafrudin Prawiranegara dan Asaat.

Namun pada artikel ini saya hanya akan membahas secara singkat 7 presiden Republik Indonesia. Mereka adalah:

1. Soekarno

presiden indonesia pertama

sumber: asliindonesia.net

Ketika kita membahas seorang proklamator kemerdekaan sekaligus presiden pertama Republik Indonesia ini serasa tidak pernah cukup. Banyaknya dan panjangnya perjuangan dan sejarah Bung Karno sudah cukup menjadi bukti kehebatan dan ketidak putus asaannya.

Bung Karno lahir dengan nama kecil Koesno Sosrodihardjo di Surabaya pada tanggal 6 Juni 1901. Karena sering sakit-sakitan, ayahnya, Raden Soekemi Sosrodihardjo kemudian mengganti namanya menjadi Soekarno. Karena seorang keturunan bangsawan, pendidikan adalah hal yang wajib untuk Soekarno.

Ia menempuh pendidikan di Eerste Inlandse School, kemudian pindah ke Europeesche Lagere School pada tahun 1911. Setelah itu ia menlanjutkan pendidikannya di Surabaya di sebuah sekolah bernama Hogere Burger School dimana ia tinggal bersama H.O.S Tjokroaminoto. Disini pulalah ia bertemu dengan banyak tokoh Sarekat Islam yang kemudian menjadi pemantik semangatnya dalam membawa kemerdekaan bagi Indonesia. Setelah tamat di Hogere Burger School, ia melanjutkan bersekilah di Technische Hoogeschool te Bandoeng yang sekarang menjadi Institut Teknologi Bandung. Ia memilih jurusan teknik sipil pada tahun 1921.

Soekarno juga terkenal memiliki 9 orang istri, mereka adalah Oetari, Inggit Garnasih, Fatmawati, Hartini, Ratna, Haryati, Yurike Sanger, Kartini Manoppo dan Heldy Djafar. Dari 9 istri, ia dikaruniai 10 orang anak. Hal inilah yang juga menjadi bumerang bagi Soekarno karena CIA kala itu dapat dengan mudah menggunakannya sebagai senjata untuk menjatuhkan wibawanya pada tahun 50-60an. Hal ini terjadi karena Soekarno yang kala itu getol dan sangat dekat dengan para pemimpin negara komunis seperti Rusia dan Kuba.

Seperti yang sudah saya tulis sebelumnya, saat ia bersekolah di Hogere Burger School dan tinggal bersama H.O.S Tjokroaminoto, yang dikenal sebagai guru bangsa, dan bertemu dengan para pemuka organisasi Sarekat Islam, seperti Alimin, Musso, Dharsono, Haji Agus Salim dan Abdul Muis.

Saat ia menimba ilmu di Technische Hoogeschool te Bandoeng ia juga aktif berorganisasi dan berkarib dengan Ki Hajar Dewantara, Tjipto Mangunkusumo, dan Dr. Douwes Dekker. Para sahabat karibnya inilah yang senantiasa mendukung Soekarno untuk memerdekakan republik ini hingga terwujud pada 17 Agustus 1945. Presiden Soekarno menjabat sebagai presiden sejak 18 Agustus 1945 hingga 12 Maret 1967.

Presiden Soekarno hingga tahun 2005 masih menerima berbagai penghargaan. Yang terakhir datang dari presiden Afrika Selatan yang menganugerahinya The Order of the Supreme Companions of OR Tambo. Selain itu Presiden Soekarno juga mendapat 26 gelar Doktor Honoris Causa dari berbagai universitas terkemuka di Indonesia dan luar negeri, diantaranya adalah UGM, ITB, UI, UnHas, Columbia University, Humboldt University of Berlin, Lumonosov University dan Al-Azhar University adalah sebagian yang memberikannya.

2. Soeharto

presiden indonesia kedua

sumber: wikimedia.org

Tidak jauh berbeda, Presiden Kedua Republik Indonesia, Soeharto adalah seorang presiden yang telah banyak memberikan perubahan pasca kemerdekaan kepada Republik ini.

Soeharto lahir di dusun Kemusuk, Desa Argomulyo, kecamatan Sedayu, kabupaten Bantul, provinsi D.I.Yogyakarta pada tanggal 8 Juni 1921. Karena berasal dari keluarga biasa, kehidupan kecil Soeharto jauh dari pendidikan di sekolah Belanda. Ia berpindah-pindah sekolah dari sekolah rakyat (setingkat SD) ke SR lain di Yogyakarta hingga akhirnya ia tinggal bersama bibinya di Wonogiri. Disana, ia bersekolah dan belajar agama.

Saat beranjak remaja, ia melanjutkan sekolah di SMP Muhammadiyah di desa kelahirannya. Setamat SMP ia ingin melanjutkan pendidikan, namun karena keterbatasan biaya ia harus mengubur impiannya itu.

Pada tahun 1942, ia melihat pengumuman perekrutan anggota  Koninklijk Nederlands Indisce Leger (KNIL) yang adalah tentara kerajaan Belanda. Namun, ia hanya sempat bertugas selama tujuh hari karena Belanda menyerah pada Jepang. Namun, disinilah karir militernya yang cemerlang baru dimulai.

Ia lulus dari sekolah militer di Gombong, Jawa Tengah sebagai lulusan terbaik dan menerima pangkat kopral dan resmi menjadi anggota TNI pada 5 Oktober 1945. Ia bertugas di berbagai peperangan untuk mempertahankan kemerdekaan RI. Seperti di Bandung, pendudukan Yogyakarta saat serangan umum 1 Maret, Operasi penumpasan pemberontakan Andi Azis di Sulawesi serta mengkomandani berbagai markas TNI.

Pada peristiwa G30S-PKI, Soeharto yang kala itu memiliki jabatan Mayor Jendral, yang adalah jabatan strategis, tidak menjadi target kudeta. Sedangkan 6 Jendral lainnya gugur dalam percobaan kudeta yang kabarnya didukung oleh Amerika Serikat melalui CIA. Berlandaskan Surat Perintah Sebelas Maret atau SUPERSEMAR, Soeharto diangkat menjadi presiden di rapat istimewa MPRS.

Ditangannya, Republik Indonesia maju pesat dan menjadi eksportir utama di kawasan Asia Tenggara. Indonesia juga sempat menjadi lumbung padi Asia. Karena pesatnya perkembangan di berbagai bidang, Presiden Soeharto disebut sebagai bapak pembangunan Indonesia. Presiden Soehartoo menjabat sebagai presiden sejak 12 Maret 1967 hingga 21 Mei 1998.

3. Bacharuddin Jusuf Habibie

ada berapa presiden indonesia

sumber: tmpo.co

Lebih dikenal dengan nama B.J. Habibie,  presiden pertama dengan gelar Prof. Dr.-Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie, FREng. dan bukan berasal dari kalangan politikus namun akademisi. Beliau lahir di Pare-Pare, Sulawesi Selatan pada tanggal 25 Juni 1936.

Berasal dari keluarga bangsawan (ibunya) tentu memudahkan ia dalam menuntut ilmu. Meski dihujani dengan kemudahan tak membuat ia menggampangkan proses menuntut ilmu. Ia pernah menuntut ilmu di SMAK Dago dan melanjutkan pendidikan di Universitas Indonesia Bandung (sekarang Institut Teknologi Bandung) jurusan teknik mesin pada tahun 1954. Pada tahun 1955-1965 ia melanjutkan pendidikan studi teknik penerbangan, spesialisasi konstruksi pesawat terbang di RWTH AAchen, Jerman Barat. Ia lulus dengan predikat summa cum laude.

Karir politiknya dimulai ketika menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi sejak tahun 1978 sampai Maret 1998. Hingga pada 14 Maret 1998 ia diangkat menjadi Wakil Presiden menggantikan Try Sutrisno. Ia kemudian diangkat menjadi Presiden pada tanggal 21 Mei 1998 karena Presiden Soeharto mengundurkan diri.

Dengan menjabat selama 2 bulan dan 7 hari sebagai wakil presiden pada tanggal 11 Maret 1998 hingga 21 Mei 1998, dan 1 tahun dan 5 bulan sebagai presiden pada tanggal 21 Mei 1998 hingga 20 Oktober 1999, B.J. Habibie merupakan Wakil Presiden dan juga Presiden Indonesia dengan masa jabatan terpendek.

Meski pendek, B.J. Habibie berhasil membuat Undang-Undang yang menjadi dasar banyak Undang-Undang seperti UU Anti Monopoli, UU Persaingan Sehat, dan UU Otonomi Daerah. Berkat UU Otonomi Daerah yang disempurnakan pada era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono maka disintegrasi yang muncul sejak era Orde Baru dapat diredam. Tanpanya, Indonesia mungkin sudah bernasib sama dengan Uni Soviet dan Yugoslavia.

4. Abdurahman Wahid

presiden indonesia

sumber: nyt.com

Dr.(H.C.) K. H. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur lahir dengan nama Abdurrahman Addakhil adalah presiden Republik Indonesia pertama yang hadir dari golongan agamawan. Beliau lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 7 September 1940.

Gus Dur lahir dari keluarga yang sangat agamis. Kakeknya, K.H. Hasyim Asyari adalah pendiri dari salah satu organisasi agama terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU).

Beliau mengenyam pendidikan di SD KRIS sebelum pindah ke SD Matraman Perwari. Meski berasal dari keluarga Kyai, hal ini tidak menghentikannya dalam mempelajari buku non-muslim, mjalah dan koran oleh ayahnya untuk memperluas pengetahuannya. Beliau melanjutkan sekolah di SMP di Jakarta. Disana ia sempat tidak naik kelas.

Ibunya lalu mengirimnya ke Yogyakarta untuk berguru pada K.H Ali Maksum di pondok pesantren Krapyak dan belajar di SMP. Selanjutnya ia berpindah ke Magelang untuk memulai pendidikan Muslim di Pesantren Tegalrejo. Disana ia memiliki reputasi sebagai murid berbakat dan menyelesaikan studi pesantren hanya dalam 2 tahun yang seharusnya 4 tahun. Kemudian ia melanjutkan nyantren di Pesantren Tambakberas di Jombang. Disana ia mulai bekerja menjadi pengajar dan jurnalis.

Pada tahun 1963 ia mendapat beasiswa untuk belajar Studi Islam di Universitas Al Azhar di Mesir. Disini ia masih meneruskan hobinya sebagai jurnalis baik untuk organisasi pelajar Indonesia maupun kedutaan besar Indonesia. Ia sempat gagal meneruskan studinya di Universitas Al Azhar dan meneruskan studinya di Universitas Baghdad di Irak. Setelah dari Irak, ia melanjutkan studinya ke Belanda di Universitas Leiden dan selanjutnya ke Jerman dan Prancis sebelum kembali ke Indonesia pada tahun 1971.

Dengan mundurnya presiden Soeharto, banyak partai politik baru yang muncul. Salah satunya adalah Partai Kebangkitan Bangsa bentukan Gus Dur. Hingga kemudian pada pemilu 1999, ketua MPR waktu itu Amien Rais membentuk poros tengah dari partai-partai muslim. Poros tengah ini kemudian menominasikan Gus Dur sebagai calon Presiden.

 Pada 20 Oktober 1999 MPR kembali berkumpul dan mulai memilih presiden baru. Abdurrahman Wahid kemudian terpilih sebagai Presiden Indonesia ke-4 dengan 373 suara, sedangkan Megawati hanya 313 suara. Gus Dur kemudian terpilih menjadi presiden menggantikan B.J. Habibie dan memimpin Republik Indonesia pada periode 20 Oktober 1999 hingga 23 Juli 2001.

5. Megawati Soekarnoputri

Para presiden indonesia

sumber: http://tutorialbahasainggris.com

Megawati Soekarnoputri memiliki nama lengkap Dyah Permata Megawati Soekarnoputri lahir di Yogyakarta, 23 Januari 1947. Ia merupakan anak dari Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno dari istri ketiganya, Fatmawati. Ia juga merupakan presiden perempuan pertama Republik Indonesia.

Meski lahir di Yogyakarta, sejak kecil ia tinggal bersama ayahnya di Istana. Setelah tak menjabat sebagai presiden, ia dan keluarganya pindah dari istana. Karena itulah semua pendidikan Megawati ditempuh di Jakarta.

Ia mengenyam pendidikan dasar di SD, SLTP dan SLTA Perguruan Cikini Jakarta. Kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di fakultas pertanian Universitas Padjajaran meski hanya bertahan selama 2 tahun. Kemudian ia melanjutkan pendidikannya ke fakultas Psikologi Universitas Indonesia meski juga hanya bertahan selama 2 tahun dari yang seharusnya 4 tahun.

Karir politiknya dimulai dari menjadi anggota Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia pada tahun 1965, kemudian menjadi anggota fraksi PDI DPR RI Komisi IV pada tahun 1987-1997, menjadi ketua DPC PDI Jakarta Pusat, menjadi Ketua umum PDI versi Kongres Luar Biasa PDI di Surabaya (1993-1996) yang kemudian berganti nama menjadi partai PDI-Perjuangan pada tahun 1999 hingga sekarang.

Beliau terpilih menjadi wakil Wakil Presiden Republik Indonesia pada periode 20 Oktober 1999 hingga 23 Juli 2001 dan akhirnya terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia ke-5 pada 23 Juli 2001 hingga 20 Oktober 2004 karena presiden sebelumnya, Abdurrahman Wahid diberhentikan oleh MPR yang kala itu dipimpin oleh Amien Rais.

6. Susilo Bambang Yudhoyono

presiden indonesia keenam

sumber: blogaisya.com

 Setelah Soeharto, Susilo Bambang Yudhoyono yang memiliki gelar Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono GCB AC adalah presiden kedua yang berasal dari kalangan militer.

Lahir di Tremas, Arjosari, Pacitan, Jawa Timur pada tanggal 9 September 1949 adalah presiden Indonesia pertama yang dipilih secara langsung oleh seluruh rakyat Indonesia setelah 59 tahun Indonesia merdeka dan bersistem demokratis.

Berasal dari keluarga berada dan keturunan bangsawan, mengharuskan beliau mengenyam pendidikan di tempat yang terbaik. Terbukti, ia lulus dari Akademi Angkatan Bersenjata RI (Akabri) pada tahun 1973 dan mendapat penghargaan Adhi Makayasa. Selanjutnya, pendidikannya dilanjutkan seperti daftar berikut ini:

  • American Language Course, Lackland, Texas Amerika Serikat, 1976
  • Airbone and Ranger Course, Fort Benning, Amerika Serikat, 1976
  • Infantry Officer Advanced Course, Fort Benning, Amerika Serikat, 1982-1983
  • On the job training di 82-nd Airbone Division, Fort Bragg, Amerika Serikat, 1983
  • Jungle Warfare School, Panama, 1983
  • Kursus Senjata Antitank di Belgia dan Jerman, 1984
  • Kursus Komando Batalyon, 1985
  • Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat, 1988-1989
  • Command and General Staff College, Fort Leavenworth, Kansas, Amerika Serikat
  • Master of Art (M.A.) dari Management Webster University, Missouri, Amerika Serikat
  • Doktor dalam bidang Ekonomi Pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB), 2004

 Karir politiknya dimulai sejak tahun 1999 dengan menjadi juru bicara fraksi ABRI menjelang sidang umum MPR 1998 dan ketua fraksi ABRI MPR dalam Sidang Istimewa MPR 1998. Pada 29 Oktober 1999, ia diangkat sebagai Menteri Pertambangan dan Energi di pemerintahan pimpinan Presiden Abdurrahman Wahid. Pada tanggal 26 Oktober 1999, ia dilantik menjadi Menteri Koordinator Politik, Sosial, dan Keamanan (Menko Polsoskam) sebagai konsekuensi penyusunan kembali kabinet Abdurrahman Wahid.

Kabinet Gotong Royong pimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri melantiknya sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) pada 10 Agustus 2001. Merasa tidak dipercaya lagi oleh presiden, jabatan Menko Polkam ditinggalkannya pada 11 Maret 2004. Berdirinya Partai Demokrat pada 9 September 2002 menguatkan namanya untuk mencapai puncak karier politik. Ketika Partai Demokrat dideklarasikan pada 17 Oktober 2002, namanya dicalonkan menjadi presiden dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia 2004.

Hingga akhirnya ia mengikuti pemilihan langsung yang diadakan untuk pertama kalinya sejak Indonesia merdeka dan berhasil merebut hati rakyat Indonesia dan menjadikannya Presiden Republik Indonesia selama 2 periode masa kepemimpinan dari 20 Oktober 2004 hingga 20 Oktober 2014.

7. Joko Widodo

siapa saja presiden indonesia

sumber: http://ksp.go.id

Joko Widodo atau lebih akrab dipanggil Jokowi lahir di Surakarta, Jawa Tengah pada tanggal 21 Juni 1961. Ia memiliki nama kecil Mulyono.

Lahir dari keluarga biasa, kehidupan Jokowi kecil sama seperti anak kebanyakan. Mengenyam pendidikan di SD Negeri 112 Tirtoyoso yang dikenal sebagai sekolah untuk kalangan menengah kebawah.

Karena berasal dari keluarga yang tidak berada, mengharuskannya untuk hidup prihatin. Sejak kecil ia sudah mulai berdagang, menjadi ojek payung dan kuli panggul untuk membayar sekolah dan uang jajan sehari-hari. Bahkan, ia pernah mengalami penggusuran rumah hingga 3 kali.

Kemudian ia melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Surakarta dan kemudian ke SMA Negeri 6 Surakarta. Dengan kemampuan akademik yang ia miliki, ia berhasil menjadi mahasiswa fakultas kehutanan Universitas Gadjah Mada. Ia juga aktif di organisasi pecinta alam Mapala Silvagama.

Setelah lulus ia bekerja di berbagai tempat dari perusahaan BUMN PT Kertas Kraft Aceh, Bekerja di usaha milik pamannya, Miyono, hingga akhirnya memberanikan diri membuka usaha pengolahan kayu bermodalkan pinjaman uang 30 juta rupiah pada tahun 1988 dari ibunya. Di masa itu, uang 30 juta adalah nilai yang besar.

Karir politiknya dimulai ketika ia mencalonkan diri menjadi calon walikota Solo pada tahun 2005 bersama F.X. Hadi Rudyatmo yang diusung oleh partai PDI-P dan PKB. Di periode keduanya menjadi walikota Solo, ia mendapat sorotan yang begitu banyak dari media massa berkat keberhasilannya memperbaiki kota Solo dan mendapat berbagai penghargaan.

Ia kemudian mencalonkan diri menjadi calon gubernur DKI Jakarta bersama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Yang berhasil terpilih menjadi gubernur DKI Jakarta pada tahun 2012. Baru 2 tahun memimpin DKI Jakarta, ia diminta untuk mencalonkan diri menjadi presiden Indonesia pada tahun 2014 oleh ketua partai PDI-P Megawati Soekarnoputri.

Ir. H. Joko Widodo pun berhasil memenangkan pemilu mengalahkan Prabowo Subianto yang berasal dari kalangan militer dan adalah menantu kesayangan Presiden Soeharto ini. Beliau menjabat presiden dari 20 Oktober 2014 hingga 2019 nanti.

Tambah lengkaplah pengetahuan kalian mengenai para presiden Republik Indonesia dari masa kemerdekaan hingga masa kini bukan? Mari kita dukung Presiden dan para pembantunya agar tercipta negara Indonesia yang sejahtera! Selamat mencoba!